Workshop Penyusunan Rubrik Penilaian Outcome-Based Education (OBE)

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di dunia pendidikan, Workshop Penyusunan Rubrik Penilaian Outcome-Based Education (OBE) digelar dengan tujuan memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis projek dan kasus kepada para pendidik. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Heri Retnawati dari Universitas Negeri Yogyakarta, yang telah berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran inovatif.

Dalam workshop yang berfokus pada asesmen pembelajaran berbasis projek dan kasus, Heri Retnawati mengungkapkan bahwa pendekatan ini memberikan peluang yang luas untuk pengembangan keterampilan dan pemahaman konsep bagi para siswa. Salah satu aspek penting dari pendekatan ini adalah Outcome-Based Education (OBE), yang diatur dalam Kepmendikbud No. 754/P/2020.

Pembelajaran berbasis projek (Project-Based Learning/PjBL) dan metode berbasis kasus (Case Method) menjadi inti dari pembahasan. PjBL dirancang untuk melatih mahasiswa dalam merancang, mengelola, dan mengimplementasikan proyek-proyek yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Metode ini juga mengarahkan mahasiswa untuk menghasilkan produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dalam PjBL, terdapat tujuh tahapan penting, mulai dari merumuskan capaian pembelajaran hingga mempresentasikan hasil proyek.

Selain PjBL, pembelajaran berbasis kasus juga menjadi fokus utama. Kasus yang belum selesai atau memerlukan pemodelan lebih lanjut dapat diambil sebagai dasar untuk proyek-proyek mahasiswa. Workshop ini memberikan contoh nyata tentang bagaimana menyusun deskripsi studi kasus dan rubrik penilaian yang memandu proses pembelajaran. Mahasiswa diberikan kisi-kisi dan indikator penilaian untuk setiap tahap pembelajaran.

Dalam sesi tanya jawab, Heri Retnawati menanggapi pertanyaan terkait penilaian dalam pembelajaran berbasis projek. Ia menegaskan bahwa penilaian tidak hanya mengacu pada produk akhir, tetapi juga memperhitungkan proses pembelajaran dan partisipasi mahasiswa. Strategi pembelajaran dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan mata kuliah dan jenjang pendidikan, mulai dari S1 hingga SMA dan SMP.

Dalam konteks ini, output berupa artikel atau video yang dihasilkan oleh mahasiswa memiliki peranan penting. Untuk mata kuliah yang lebih teoritis, seperti pengelolaan lingkungan, produk akhir proyek dapat berupa artikel reflektif yang menggambarkan perubahan nyata dalam lingkungan. Proses kerja kelompok, rencana projek, dan pemahaman konsep juga menjadi penilaian yang relevan.

Dalam mengaplikasikan strategi OBE, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah mencapai sejumlah pencapaian. Di Fakultas Sains dan Teknologi, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai komponen CPMK (Capaian Pembelajaran Minimum Kompetensi). Ujian tengah semester dan ujian akhir semester serta proyek-proyek menjadi sarana untuk menguji kemahiran dan pemahaman mahasiswa.

Workshop ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana strategi pembelajaran berbasis projek dan kasus dapat diterapkan dalam konteks pendidikan. Pendekatan ini tidak hanya mendorong pemahaman konsep yang mendalam, tetapi juga mengajarkan keterampilan praktis yang akan berguna bagi mahasiswa dalam dunia nyata.