Workshop Pengembangan Prodi Baru dan Penjajakan Kerja Sama dengan JICA untuk Pembiayaan Pembangunan Gedung/Kampus

Yogyakarta, 10/03/2023 – Dalam Rencana Strategis (Renstra) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2020-2024, pimpinan mencanangkan program pengembangan dan penambahan kampus. Salah satu fakultas yang diberikan kesempatan pengembangan kampus UIN Sunan Kalijaga adalah Fakultas Sains dan Teknologi. Oleh karena itu, merespons impian bersama tersebut, pimpinan akan memanfaatkan lahan baru UIN Sunan Kaliaga di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul yang memiliki keluasan 78 hektare sebagai proyek awal pendirian kampus II.

Melalui pendirian kampus baru tersebut, ada harapan besar agar Fakultas Sains dan Teknologi, yang menjadi salah satu ruh akademik UIN Sunan Kalijaga, bisa mengembangkan sayap keilmuannya menjadi beberapa disiplin keilmuan seperti program studi teknik dan prodi kesehatan (bio medis).

Namun demikian, pengembangan prodi baru di lokasi baru tersebut, tentu membutuhkan fasilitas yang perlu disiapkan. Fasilitas yang dibutuhkan tidak hanya bersifat menambah, namun juga membangun dari awal. Hal ini dikarenakan lahan Kampus II belum memiliki fasilitas infrastruktur apapun. Selain untuk memudahkan proses belajar mengajar, infrastruktur juga dapat menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa untuk mendaftar di sebuah perguruan tinggi.

Terkait hal tersebut, Fakultas Sains dan Teknologi menggelar acara Workshop Pengembangan Prodi Baru dan Penjajakan Kerja Sama dengan JICA untuk Pembiayaan Pembangunan Gedung/Kampus pada hari Jumat, 10 Maret 2023. Acara yang dipandu oleh Dr. Arifah Khusnuryani (Wakil Dekan bidang 2 fakultas saintek) ini, mengundang narasumber, Prof. Dr. Jamhari Makruf, MA., Ph.D. dari UIN Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran terkait kerja sama dan pendanaan yang dimiliki JICA (Japan International Cooperation Agency), serta menghasilkan dokumen kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan JICA. Lembaga ini bertujuan mendorong pelaksanaan berbagai proyek pembangunan pada tingkat masyarakat akar rumput di berbagai negara berkembang. Workshop penjajakan kerja sama dengan JICA dilakukan sebagai salah satu langkah awal untuk menyiapkan pengembangan prodi baru di FST.

Workshop penjajakan kerja sama ini mengundang pula Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil Al Makin, M.A., Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dalam melakukan kerja-kerja besar perlu menempatkan tim sesuai dengan porsinya. Ada beberapa hal yang cukup dilakukan segelintir orang dan beberapa hal yang harus dilakukan Bersama-sama, terkait hal tersebut rektorat siap menindaklanjuti kerjasama tersebut.

Hadir pula Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A. yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Prof. Jamhari merupakan inisiator pembukaan Fakultas Kedokteran di PTKIN (UIN Syarif Hidayatullah) yang menjalin kerja sama dengan JICA.

Prof. Jamhari sendiri menyampaikan bahwa proses pengajuan Fakultas Kedokeran hingga disetujui hanya memerlukan waktu 6 bulan. Hal ini terjadi tidak lepas dari karakter strong leadership. Selain itu diperlukan komitmen pimpinan dan tim yang kuat. Prof. Jamhari juga berpesan agar menciptakan keunikan dalam menyusun proposal. Sebagai contoh, tema yang diambil UIN Jakarta adalah santri menjadi dokter dan berfokus pada kesehatan masyarakat rural area/pedesaan dan kesehatan pesantren. Diharapkan nantinya santri dapat kembali ke daerah masing-masing untuk mengabdi dan berpraktek menjadi dokter.

Berbagai pandangan, arahan, dan masukan yang disampaikan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam “Workshop Pengembangan Prodi Baru dan Penjajakan Kerja Sama dengan JICA untuk Pembiayaan Pembangunan Gedung/Kampus” ini tentu menjadi angin segar yang disambut baik oleh Dr. Dra. Hj. Khurul Wardati, M.Si. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi. Bahkan, Dekan mengajak semua pimpinan dan segenap civitas akademik Fakultas Sains dan Teknologi untuk bekerja bersama mewujudkan impian besar yang sudah ditegaskan dalam Renstra UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Setidaknya, tiga kata kunci yang harus diterapkan: leadership, team-work, dan keunikan yang ditegaskan oleh Prof. Jamhari dalam akhir sambutannya, perlu dijadikan panduan dan rujukan bagaimana menyiapkan berbagai aspek yang mendukung bagi terwujudnya masa depan keilmuan saintek di kampus II.