Workshop Pembekalan Penyusun Buku Integrasi-Interkoneksi Fakultas Sains dan Teknologi

Workshop Pembekalan Penyusun Buku Integrasi-Interkoneksi Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sains dan Teknologi mengadakan pembekalan untuk para dosen yang akan menyusun buku integrasi-interkoneksi pada hari Senin, 17 Juli 2023 di Ruang Rapat Lt.2. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata integrasi sains dan agama karena UIN Sunan Kalijaga memahami bahwa pengembangan ilmu bersifat universal dan tidak mengenal adanya dikotomi antara ilmu-ilmu yang terkait dengan keagamaan dengan ilmu-ilmu kealaman dan kemasyarakatan.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh MC kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan penyusunan buku ini merupakan komitmen dari fakultas sebagai wujud nyata integrasi-interkoneksi yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Beliau juga sangat berterima kasih kepada narasumber yang menyempatkan hadir dari jauh (Amerika) untuk membagikan ilmunya dan meminta untuk memberikan evaluasi dan masukan terkait konsep integrasi-interkoneksi.
Acara inti dipandu oleh bapak Frida Agung Rakhmadi, S.Si., M.Sc. yang merupakan dosen Program Studi Fisika sekaligus ketua panitia penyusunan buku integrasi-interkoneksi. Moderator mengawali sesi diskusi dengan perkenalan narasumber. Prof. Mun'im Sirry, M.A., Ph.D. merupakan ilmuan University of Notre Dame USA yang lahir di Indonesia. Beliau mendapatkan gelar Ph.D. dari University of Chicago Divinity School (2012). Sebelumnya beliau pernah menempuh studi di International Islamic University di Islamabad, Pakistan dan University of California, Los Angeles (UCLA). Prof. Mun’im mengawali materi dengan menceritakan pengalamannya mengampu mata kuliah wajib ‘Islam dan Cristian Theology’ yang harus diambil oleh seluruh mahasiswa University of Notre Dame. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan penyusunan buku integrasi-interkoneksi yang digagas oleh Fakultas Sains dan Teknologi. Menurut beliau, UIN perlu mengembangkan kesarjanaan yang bertujuan untuk pengembangan islam dan sains. Pertanyaan besar saat ini bukan lagi apakah integrasi Islam dan sains mungkin dilakukan karena jawabannya sudah pasti dan merupakan keharusan. Pertanyaan yang lebih penting untuk direnungkan adalah bagaimana integrasi islam dan sains ini dilakukan. Integrasi islam dan sains saat ini sudah dilakukan, namun bisa dikatakan tidak berkembang dan belum memproduksi output yang bersifat terobosan baru seperti ilmu-ilmu yang pernah diproduksi oleh para ulama. Menurut Prof. Mun’im, kita bisa menggunakan sains sebagai ‘tool’ untuk memperkaya pengetahuan yang digali dari Al Qur’an. Faith seeking knowledge. Para ilmuan muslim harus terus bersemangat mencari dan mengembangkan ilmu dengan semangat iman di hati mereka.