Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Workshop Kesehatan Mental dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan kekerasan Seksual.

Yogyakarta, 26 Agustus 2024 - Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar serangkaian acara penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa. Acara yang berlangsung pada Senin, 26 Agustus 2024 ini, meliputi launching program studi baru Sains Biomedis, Workshop Kesehatan Mental, serta Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.

Workshop Kesehatan dipandu oleh Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dr. Dody Hartanto menyoroti mahasiswa saat ini merupakan bagian dari generasi yang terpapar ACEs (Adverse Childhood Experiences), yaitu pengalaman buruk masa kecil yang dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental mereka di masa dewasa​. Dr. Dody mengingatkan bahwa tanda-tanda peringatan bunuh diri perlu diwaspadai. Oleh karena itu, mahasiswa diajarkan konsep "NPWP" yang merupakan singkatan dari Need Peluk with Pukpuk (kebutuhan akan pelukan dengan penghiburan) serta Need Praying with Positivity (kebutuhan untuk berdoa dengan penuh positif). Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan emosional yang signifikan bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, mahasiswa juga diajarkan untuk menerapkan "Rumus 325," yang menekankan pentingnya tiga hal utama: kesehatan, kebahagiaan, dan ungkapan rasa sayang dan cinta. Mahasiswa juga didorong untuk menjaga dua kebiasaan maksimal, yaitu menjaga kontak mata dan komunikasi yang baik, serta menghindari lima hal yang merugikan, seperti menuntut terlalu banyak, membandingkan diri dengan orang lain, dan menambah beban cerita sedih. Dr. Dody juga menutup sesi dengan mengutip QS Yunus: 62 yang menyatakan, "Tidak Takut Akan Masa Depan dan Tidak Bersedih Akan Masa Lalu," sebagai rumus bahagia yang dapat dijadikan pegangan oleh mahasiswa dalam menghadapi kehidupan​.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh tim dari Pusat Layanan Terpadu (PLT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan narasumber Dr. Danial Hidayatullah, SS., M.Hum. dan Dr. Saifuddin, SHI., MSI.,. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah mendirikan Pusat Layanan Terpadu (PLT). Lembaga ini dibentuk berdasarkan SK Rektor Nomor 187.2 Tahun 2020 dengan tugas utama untuk melakukan pencegahan, penanganan, pemulihan, dan penindakan atas kasus-kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

PLT UIN Sunan Kalijaga telah mengembangkan alur penanganan yang sistematis untuk setiap laporan kekerasan seksual. Prosesnya dimulai dari pengaduan oleh pelapor atau korban, yang dapat dilakukan secara langsung di kantor PLT atau melalui hotline dan media sosial. Laporan juga bisa dilakukan oleh pihak ketiga seperti teman, keluarga, atau pihak fakultas dengan izin dari korban. Setelah laporan diterima, PLT akan melakukan identifikasi dan verifikasi untuk memastikan kelengkapan laporan. Langkah selanjutnya adalah penanganan yang mencakup pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikososial, hukum, dan keagamaan, serta penjangkauan (outreach)​.

Setelah laporan kekerasan seksual diterima, PLT akan melakukan pemeriksaan kelengkapan laporan, dilanjutkan dengan pemeriksaan perkara, dan pemberian rekomendasi untuk tindakan hukum yang diperlukan​. Melalui PLT, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkomitmen untuk menciptakan kampus yang aman, ramah, dan inklusif bagi semua pihak. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap kekerasan seksual dan memberikan dukungan yang maksimal bagi korban.