Yogyakarta
– Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan
Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat komitmen dalam peningkatan mutu pendidikan
melalui penerapan Outcome Based Education (OBE). Upaya tersebut
diwujudkan melalui kegiatan Workshop Pengukuran Indeks Kematangan OBE
yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan ini dibuka
oleh moderator Esti Setaning Jati, M.Arch., dan dilanjutkan dengan sambutan
Dekan FST UIN Sunan Kalijaga, Prof. Khurul Wardati. Dalam sambutannya, Dekan
menyampaikan bahwa FST telah mulai mengimplementasikan OBE sejak tahun 2020
sebagai bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada
capaian pembelajaran lulusan.
“FST menjadi salah
satu fakultas yang mengawali penerapan sistem OBE di lingkungan UIN Sunan
Kalijaga. Evaluasi terhadap ketercapaian sistem ini terus dilakukan setiap
tahun agar implementasi OBE semakin matang,” ungkapnya.
Beliau juga
menjelaskan bahwa pengalaman pengembangan OBE dalam proses akreditasi
internasional seperti ASIIN menjadi salah satu penguat pentingnya penerapan
pendidikan berbasis luaran (outcome). Selain itu, FST juga melakukan
proses benchmarking dengan berbagai institusi, salah satunya Telkom
University dalam pengembangan sistem penjaminan mutu berbasis OBE.
Workshop
menghadirkan narasumber yang membahas pentingnya penerapan OBE sebagai bagian
dari transformasi pendidikan tinggi. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa OBE
tidak hanya berfokus pada penyusunan kurikulum, tetapi mencakup keseluruhan
sistem pendidikan yang meliputi Outcome Based Curriculum (OBC), Outcome
Based Learning and Teaching (OBLT), serta Outcome Based Assessment and
Evaluation (OBAE).
Melalui pendekatan
OBE, program studi diharapkan mampu memastikan bahwa setiap mahasiswa mencapai
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah ditetapkan. Proses tersebut
dilakukan melalui mekanisme evaluasi berkelanjutan yang mencakup tiga tahapan (loop).
Loop pertama dilakukan setiap semester melalui evaluasi portofolio mata kuliah,
loop kedua dilakukan secara tahunan melalui analisis ketercapaian CPL
berdasarkan CPMK, sedangkan loop ketiga dilakukan secara periodik untuk
mengevaluasi kesesuaian profil lulusan melalui data seperti tracer study.
Dalam kegiatan ini
juga diperkenalkan konsep PIKOBE (Pengukuran Indeks Kematangan OBE)
sebagai mekanisme evaluasi dan pengindeksan implementasi OBE secara
komprehensif. PIKOBE digunakan untuk mengukur tingkat kematangan penerapan OBE
sekaligus menjadi salah satu instrumen rekomendasi penguatan mutu kurikulum
dalam proses akreditasi.
Narasumber
menjelaskan bahwa pengukuran kematangan OBE mencakup beberapa aspek utama,
antara lain keselarasan kurikulum, metode dan proses pembelajaran, sistem
penilaian dan asesmen, serta evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Seluruh
proses tersebut berjalan melalui siklus peningkatan mutu Plan, Do, Check,
Action (PDCA).
Melalui workshop
ini, FST UIN Sunan Kalijaga berharap seluruh program studi dapat semakin siap
dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan,
relevansi kebutuhan masyarakat, serta standar mutu pendidikan tinggi nasional
dan internasional.
Kegiatan ini menjadi
bagian dari strategi FST UIN Sunan Kalijaga dalam mewujudkan tata kelola
akademik yang adaptif, berbasis data, dan berkelanjutan guna menghasilkan
lulusan yang kompeten serta memiliki daya saing global.