Progress Kebun Wisata Bendosari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kebun wisata Bendosari yang merupakan program PPM dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga mulai terlihat perkembangannya. Pasalnya, saat ini sudah terdapat penambahan lahan 3,6 hektar milik dua desa, dimana 2,6 hektar diantaranya sudah memiliki sewa secara legal untuk kurun waktu 20 tahun kedepan. Kebun Wisata Bendosari sendiri sudah memiliki tanaman alpukat sebanyak 600 hingga 700 pohon, ada juga jambu kristal yang merupakan produk unggulan kebun tersebut. Jambu kristal hasil produksi Bendosari pun sudah didistribusikan sampai ke superindo, sehingga mampu mendukung operasional usaha, mengingat pohon alpukat yang ada belum bisa masuk pasar alias belum berbuah. Selain itu, Bendosari juga menghasilkan rumput yang akan dijual untuk pakan hewan di kebun binatang Gembira Loka. Terdapat sepuluh sampai dua belas orang yang bertugas untuk mengurus Kebun Wisata Bendosari di dua kelurahan.

Perkembangan yang terjadi di Bendosari cukup memuaskan, namun masih terdapat program yang belum berjalan yaitu eduwisata Bendosari. Program ini dicanangkan sebagai perwujudan program pengabdian kepada masyarakat melalui konsep eduwisata di kebun buah Bendosari. Beberapa promosi terhadap eduwisata Bendosari sudah mulai dilakukan seperti membuat paket promo eduwisata dan melakukan digital marketing. Tetapi, beberapa paket Eduwisata masih perlu didiskusikan dengan pihak Bendosari. Membuat buku pengetahuan tentang buah khususnya Jambu Kristal sebagai produk unggulan Bendosari juga sudah dilakukan demi mengembangkan edukasi melalui Kebun Buah Bendosari. Panduan tata cara mencangkok juga masuk kedalam pengembangan edukasi tersebut. Properti untuk menunjang terlaksananya Eduwisata Bendosari diantaranya yaitu membuat gapura selamat datang dan membuat spot-spot foto (photo booth) yang instagramable sehingga menarik para pengunjung milenial.

Beberapa masukan dan evaluasi terhadap Bendosari perlu diperhatikan. Diantaranya pentingnya dilakukan pelatihan ToT agar terlaksananya implementasi eduwisata yang maksimal,. Tiketing Eduwisata pun harus dipertimbangkan kembali, mengingat lokasi dan kondisi Bendosari yang terbuka sehingga tidak ada tempat yang sesuai untuk dijadikan pintu masuk. Aturan kunjunagn ke Bendosari perlu dijadwalkan oleh petugas. Untuk menindaklanjuti masukan dan evaluasi terhadap Kebun Buah Bendosari, maka diperlukan pertemuan dan kunjungan ke Bendosari antara mahasiswa KKN, dosen/pihak LPPM, dan pengelola Bendosari yang direncanakan pada hari Minggu, 22 Mei 2022.

Oleh: Fitrah Suryani Nasution