HM-PS Fisika Menggelar FISIKA FESTIVAL 2018

Himpunan Mahasiswa Program Studi Fisika (HM-PS Fisika) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Fisika Festival 2018 yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 25 Oktober 2018 di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini juga menyelenggarakan Seminar Nasional “Kontribusi Fisika dalam Bidang Medis Demi Mewujudkan Kemandirian IPTEK di Era Global” dengan narasumber Prof. Dr. Eng. Mikrajuddin Abdullah, M.Si. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. ITB), Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UGM) dan Dr. Nita Handayani, S.Si., M.Si. (Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Seminar Nasional diadakan di Gedung Prof. RHA Soenarjo, SH. (Convention Hall) Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Instrumentasi Medis Dan Mikrokontroler

Oleh: Dr. Agfianto Eka Putra M.Si

Instrumentasi Medis merupakan pengetahuan yang mendalami prinsip kerja berbagai alat yang digunakan dalam dunia medis yang bertujuan membantu petugas medis dalam melakanakan tugasnya. Yang menjadi sasaran dalam hal ini adalah manusia. Awal mula kita harus mengetahui measurand nya terlebih dahulu, seperti kuantitas fisik, properti atau kondisi yang hendak diukur oleh sistem,aksesibilitas, kategori yang didalamnya mencakup biopotensial tekanan, aliran dll dan yang terakhir adalah pelokalan mengetahui organ atau anatomi objek.

Ada beberapa mode alternatif yang bisa hendak digunakan saat ingin melakukan operasi:

  1. Mode Langsung-Tak Langsung

Contoh dari mode langsung adalah: Dapat di akses secara langsung, dimana dokter dan pasiennya bertatapan muka dan pasien memberi tahu gejala sakit yang di deritanya.

Contoh dari mode tak langsung: Tidak dapat diakses, dimana pasien hanya mengirimkan gejala sakitnya sedangkan jarak dokter jauh darinya.

  1. Mode Kontinu dimananya didalamnya seorang dokter harus mengetahui isi frekuensi measurand : suhu dan memastikan kalau ECGnya kontinu, tujuan pengukuran, dan kondisi pasien saat hendak di periksa.
  2. Generating dan Modulating Sensor: Generating dari measurand menghasilak output dari energi yang diambil langsung, sel fotovoltalk. Dan di modulating sensor measurand mengubah aliran energi dan sumebr eksternal, sel fotokonduktif.
  3. Mode Analog dan Digital: Analaog memiliki sifat yang kontinu dalam waktu dan terus menerus dalam amplitudo. Sedangkan Digital bersifat diskrit dalam waktu dan hanya mengambil sejumlah nilai yang berbeda, biasanya menghasilkan akurasi yang lebih baik repeatability, keandalan, kebal terbahadap derau, tidak perlu di kalibrasi, dan tentunya memiliki keterbacaan dalam tampilannya.
  4. Mode Real-time dan Delay-time: memiliki perbedaan pada pemprosesan waktu, seperti yang kita ketahui real-time waktu pemprosesannya singkat, sedangkan delay-time waktu pemprosesannya lama.

Yang dipakai dalam dalam hal ini adalah Arduino. Arduino adalah platform elektronik yang bersifat open source untuk software maupun hardware, dan berbasis pada perangkat lunak yang mudah digunakan. Arduino dapat membaca input cahaya pada sensor. Jenis arduino yang digunakan adalah e-Health Sensor patform V2.0: Shield Board, karena arduino memiliki sifat yang compatible, memiliki RAM memori yang besar, dan sensornya diduga dapat mengetahui body pposition, temperatur, electromyograpthy dll. Yang dirangkai sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk mengindentifikasi penyakit kemudian terbaca dilayar komputer.

NanoMaterial Untuk Medis

Oleh : Mikrajuddin Abdullah

Diduga beberapa isu medis yang akan terjaid di masa depan:

  1. Manusia tidak pernah sakit
  2. Deteksi penyakit pada fase paling awal
  3. Pengobatan dengan dosis terendah
  4. Obat dengan reaksi cepat
  5. Operasi secar akurat
  6. Deteksi secara cepat
  7. Diagnosis jarak jauh
  8. Diagnosis menggunakan artificial inteligent (AI)

Nano-based:

  • Rekayaa material dalam orde nanometer yang ukurannya puluhan nm
  • Menghasilkan sifat-sifat baru yang tidak dihasilakn oleh material yang berukuran besar
  • Sifat-sifat tersebut dapat dikontrol sesuai keinginan manusia.
  • Sifat tersebut dimanfaatkan dalam teknologi, pangan, kedokteran,dl.

Untuk mewujudkan hal ini, yang dicoba oleh team adalah membuat daging sintesis dengan menggunakan karet alam. Material yang digunakan berupa nanokomposit dari karet alam dan sejumlah nanopartikel yang kemudian dicetak seperti tubuh manusia. Diharapkan bisa digunakan sebagai media percobaan sebelum melakukan tindakan oprerasi langsung pada manusia, seperti sebagai bahan pembelajaran mahasiswa kedokteran, sebagai pengganti mayat. Dan dirangkai sedemikian rupa sehingga sifat fisisnya memiliki kemiripan sedekat mungkin dengan daging.(Cindy S/FST)