Seminar Nasional Tema “Inovasi Riset Fisika dan Pembelajaran Fisika Menuju Era Society 5.0” oleh Program Studi Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Acara tahunan Seminar Nasional program studi Fisika UIN Sunan Kalijaga telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2022 sabtu lalu. Bertempat di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga, seminar ini dihadiri oleh sejumlah pemateri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), diantaranya yaitu Prof. Yusril Yusuf, S.Si., M.Si., M.Eng., D.Eng. dan Prof. Dr. Harsojo. S.U., M.Sc. yang merupakan Guru Besar Fisika FMIPA UGM serta Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd., yang juga merupakan Guru Besar Pendidikan IPA UNY. Era Society 5.0 yang akan segera merambat ke segala penjuru dunia dan berpengaruh ke semua aspek kehidupan tidak akan bisa dihindari oleh siapapun, tidak terkecuali dengan ilmu fisika, sehingga berangkat dari argumen tersebut tema yang diusung kali ini akan bercerita tentang Inovasi Riset Fisika dan Pembelajaran Fisika Menuju Era Society 5.0.

Sebagai sambutan dan tanda terimakasih untuk para pemateri, peserta, dan panitia yang terlibat, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Hj. Khurul Wardati, M.Si. ikut hadir memberikan sambutan dan apresiasi terhadap acara Seminar Nasional Prodi Fisika ini. Selanjutnya pemaparan materi pun dilakukan secara bergantian oleh pemateri yang hadir. Materi yang disampaikan oleh Prof. Yusril Yusuf, S.Si., M.Si., M.Eng., D.Eng. terkait dengan Pengembangan Smart Biomaterial dari Bahan Alam Indonesia untuk Rekayasa Jaringan. Pada materi presentasi yang diberikan, beliau menjelaskan bahwa biomaterial untuk rekayasa jaringan tulang telah berevolusi dari bahan biokompatibel yang meniru fisik dan lingkungan kimiawi jaringan tulang menjadi yang baru yaitu generasi bahan yang secara aktif berinteraksi dengan lingkungan fisiologis yang mempercepat pertumbuhan jaringan tulang. Beberapa bahan alam (biomaterial) yang sedang dikembangkan diantaranya berasal dari Bio-limbah seperti kerang, siput, kulit telur, dll.

Adapun Prof. Dr. Harsojo. S.U., M.Sc. membahas materi tentang Peranan Nanotechnology Dalam Riset Teknologi Dan Pendidikan Menuju Era Society 5.0. Adanya superkapasitor berorde besar yang memiliki tegangan hingga 4.35 V dan rapat arus mencapai 10 A menjadi salah satu contoh peranan nano technologi didalam riset energi. Beliau juga menjelaskan peranan nano technology dalam dunia IoNT, bahwa IoNT tidak jauh berbeda dengan IoT, yang membedakan hanyalah ukuran IoNt yang sangat kecil jika dibandingkan dengan IoT biasa. Contohnya Nanosensor yang digunakan untuk mendeteksi partikel kecil dan mendeteksi DNA pasien.

Terakhir Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd mengkaji bahasan mengenai Apa, Mengapa Dan Bagaimana Inovasi Pembelajaran Fisika Di Era Society 5.0? . Dalam penjelasan beliau, terdapat beberapa aspek inovatif dalam pembelajaran fisika, diantaranya yaitu Integrasi TPACK, Pembelajaran berbasis neuroscience, Integrasi Pendekatan STEM, Integrasi HOTs, serta Integrasi kecakapan abad 21 dan Literasi Fisika dalam pembelajaran Fisika. Inovasi dalam pembelajaran fisika bisa dilakukan dengan memfokuskan pada inovasi model pembelajaran, media pembelajaran dan asesmen pembelajaran, jika dirancang dengan sangat sistematis mengikuti esensi yang benar, maka akan mampu menjawab berbagai tantangan di era baru (RI 4,0 dalam society 5,0).

Pemaparan materi oleh tiga pemateri yang hadir menjadikan diskusi dalam Seminar Nasional ini sangat menarik. Peserta yang hadir pun menikmati diskusi dan tanya jawab yang berlangsung, sehingga acara tersebut berjalan sukses. Acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat Seminar Nasional kepada para pemateri dan diakhiri dengan foto bersama.