Academic Writing Series Sains ke-1

Prof.Dr.Eng, Mikrajuddin Abdullah, M.Si. menyampaikan pengalaman beliau untuk mendapatkan hibah penelitian.
Pada 21 September 2021 Fakultas Sains dan Teknologi mengadakan webinar Academic Writing Series Sains ke-1 dengan menghadirkan Prof.Dr.Eng, Mikrajuddin Abdullah, M.Si., Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Dra. Hj. Khurul Wardati, M.Si., menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan Kegiatan Academic Writing ini adalah dalam rangka meningkatkan kinerja akademik dosen FST serta mensinergikan antara penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat. Webinar ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi dosen Fakultas SAINTEK untuk mendapatakan pencerahan bagaimana cara menyusun proposal penelitian yang menarik agar bisa mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian, baik dari Kementerian Agama ataupun lembaga kementrian lain. Kegiatan ini juga sebagai pendorong penyemangat dosen FST untuk segera mengajukan kenaikan jabatan.
Dalam kegiatan ini Prof.Dr.Eng, Mikrajuddin Abdullah, M.Si. membagikan pengalaman beliau sebagai penulis proposal dan sebagai reviewer proposal. Mengejar hibah penelitian adalah sama dengan membangun “track record”, untuk mendapatkan hibah adalah suatu perjalan atau proses panjang, sulit diawal namun akan semakin mudah setelahnya. Dari segi penyandang dana, reviewer dalam menilai proposal,biasanya akan melihat track record pengusul proposal dengan mencari atau mengecek id peneliti pada Google Scholar, SCOPUS, maupun SINTA.
Peneliti yang rutin menghasilkan publikasi ilmiah dan salah satu target proposal tersebut adalah menghasilkan publikasi ilmiah, maka peluang proposal didanai akan menjadi besar. Walaupun pengusul telah menghasilkan banyak karya, namun apabila dilakukan terakhir kali beberapa puluh tahun yang lalu, maka peluang juga menjadi kecil. Peer bisa saja berpendapat bahwa yang bersangkutan saat ini tidak lagi memiliki kemampuan riset sehingga beresiko jika diberikan dana penelitian.
Mengusulkan proposal untuk mendapatkan hibah, artinya dalam posisi “meminta”. Agar “permintaan” dipenuhi maka harus menyesuaikan dengan “keinginan” pemberi dana. Dalam penyusunan proposal, peneliti bisa membuat susunan proposal mirip dengan susunan makalah ilmiah. Singkat dan padat. Pengusul harus meyakinkan pemberi dana bahwa “riset ini bukan riset yang main-main”, tetapi riset yang memberi dampak besar, sehingga perlu mendapat dukungan dana.
Proposal sebaiknya menjelaskan kondisi terkini terkait dengan riset tersebut. Peneliti mana saja telah melakukan apa dan hasilnya apa. Perlu merujuk pada papers terbaru agar apa yang dipaparkan benar-benar kondisi terkini (up to date). Setelah memapatkan kondisi terkini, maka pengusul harus menyampaikan secara jelas apa permasalahan yang masih ada dan reviewer harus dapat melihat masalah tersebut merupakan masalah yang penting untuk diselesaikan (dilakukan riset).
Kemudian disampaikan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penulis harus dapat memberi keyakinan pada reviewer bahwa selama periode penelitian, yang bersangkutan akan sanggup menyelesaikan permasalahan tersebut. Penulis meyakinkan reviewer bahwa pengusul akan bisa menyelesaikan riset sesuai dengan waktu dan dana yang ada
Hal-hal yang harus diperhatikan jika penulis adalah pemula, yang pertama adalah memulai dengan dana riset yang kecil sehingga menambah “track record”. Kedua, bekerja sama dengan peneliti yang sudah terkenal (hibah pekerti dan sejenis) juga untuk membangun track record. Ketiga, melakukan riset dengan biaya sendiri (jika ada riset dengan biaya murah). Keempat, melakukan kegiatan-kegiatan untuk ‘memperpanjang’ CV, khususunya pada bagian riset.
[hkn]