[Bagian 1-2] Webinar Series #12 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melanjutkan Webinar Series-nya yang ke-12 pada hari Kamis, 9 Desember 2021. Webinar kali ini mengangkat tema “Kedaulatan Dirgantara Indonesia: Kajian dari Sisi Sains dan Teknologi”. Namun sangat disayangkan bahwasannya Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing, M.B.A, Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional RI, selaku pembicara utama webinar tidak dapat menghadiri acara dikarenakan adanya halangan. Meskipun begitu, kegiatan webinar tetap dilanjutkan dan membahas topik mengenai dunia agama dan teknologi yang ada di UIN Sunan Kalijaga, Indonesia, serta dunia.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Dr. Hj. Khurul Wardati, M.Si selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Beliau menyampaikan bahwa agama dan teknologi merupakan kedua hal yang dapat berkesinambungan dan berjalan beriringan, bukan menjadi penyebab perpecahan. Kemudian dilanjutkan dengan acara utama bersama Priyagung Dhemi, M.Si. selaku moderator dan Prof. Dr. Phil Al Makin, M.A. selaku pembicara webinar yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalojaga. Pak Makin menyampaikan bahwa agama haruslah ditempatkan pada posisi yang utama dalam hati setiap mahasiswa maupun setiap muslim. Namun, bukan berarti tidak menghiraukan sama sekali pengetahuan umun tentang teknologi.

Sebagai contoh di UIN Sunan Kalijaga yang ditetapkan sebagai Universitas Islam ini, memiliki fakultas SAINTEK, yang mana porsi mengenai pendidikan agama lebih sedikit dari fakultas lainnya, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali ilmu agama yang diberikan. Kemudian Pak Makin juga menyampaiakan bahwasannya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan Universitas Islam Negeri yang menjadi contoh dalam hal memajukan dan mengombinasikan antara ilmu agama dan umum.

Salah satu pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab yaitu bagaimana umat muslim dapat ikut andil maupun bersaing pada perkembangan sains yang telah dikuasai oleh dunia saat ini. Jawaban yang diberikan cukup menarik, bahwasannya sains itu juga harus ditopang oleh politik, agama, serta seni yang mana seorang muslim harus bisa membaur dan terjun pada berbagai ranah tersebut untuk selanjutnya bahu-membahu mengembangkan sains. Sayangnya di Indonesia sendiri anggaran untuk perkembangan teknologi sangatlah sedikit dibandingkan dengan anggaran untuk keperluan lainnya. Dan jika dibandingkan dengan negara lain juga anggaran pemerintah untuk perkembangan teknologi masih cukup memperihatinkan. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga diharapkan dapat memfasilitasi dan melanjutkan pembuatan karya ilmiah seperti penelitian, jurnal, dan sebagainya. Sehingga dengan prestasi tersebut UIN Sunan Kalijaga dapat turut andil dalam perkembangan Sains.

Ditulis oleh: Muhammad Rozzan Abdillah dan Moh. Akhyarul Mukhibin (Reporter LPM Metamorfosa)
Instagram:@lpmmetamorfosa
Blog:lpmmetamorfosa-fst.blogspot.com