Kuliah Umum Program Studi Pendidikan Matematika Semester Gasal Tahun Akademik 2018/2019

Yogyakarta, 10/10. Pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Kuliah Umum yang bertemakan Karakteristik Soal-Soal Olimpiade Matematika Sekolah Dan Tips Dalam Membimbing Tim Olimpiade Matematika Sekolah. Kuliah Umum ini mendatangkan dua narasumber yaitu Dr. Nanang Susyanto, S.Si., M.Sc. pakar olimpiade dari FMIPA UGM Yogyakarta, dan Mi’roj Muntoha, S.Pd.seorang praktisi olimpiade matematika sekolah. Kuliah Umum dilaksanakan di Ruang Teatrikal FST-UIN Sunan Kalijaga, dan dimoderatori oleh Dr. Khurul Wardati, M.Si.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Mulin Nu’man, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa kuliah umum ini merupakan kegiatan rutin tiap semester, dan saat ini mengambil tema berkaitan dengan olimpide. Acara ini diharapkan dapat memompa gairah mahasiswa untuk terus belajar dan semangat dalam berolimpiade, dan mempersiapkan serta membekali mahasiswa untuk dapat terampil membimbing olimpiade di sekolah kelak. Materi dari narasumber banyak menguraikan tentang karakteristik Olimpiade Matematika Sekolah dan Tips dalam membimbing tim olimpiade matematika. Kedua hal tersebut sangatlah penting untuk dipahami dan dikuasai ketika akan mengikuti seleksi olimpiade matematika. Ketika pembinaan berlangsung sangat penting bagi seorang pembina mengajarkan berbagai macam karakteristik soal-soal olimpiade matematika kepada siswanya.

Dr. Nanang Susyanto, S.Si., M.Sc. selaku narasumber pertama pada kuliah tersebut menerangkan bahwa matematika bukan soal bermain angka tetapi tentang logika. Ketika proses berlogika berjalan dengan baik, dalam beberapa tahun ke depan literasi matematika di Indonesia akan sangat maju. Tak hanya itu, beliau juga memaparkan bahwa sangat penting bagi kita untuk menanamkan semangat dan selalu berusaha agar tidak terjadi keterpurukan. Menurut beliau, matematika bukan untuk menemukan solusi tetapi untuk berpikir kritis dan menambah pengetahuan. Selain itu, beliau menerangkan bahwa soal olimpiade matematika sekolah memiliki empat karakteristik yaitu: Tidak rutin (problem solving), Minimal Level 6 (Analyzing) pada Bloom’s revised taxonomy, Mengukur siswa mampu berpikir secara matematika bukan sekedar tahu fakta matematika, dan Materi sekolah non-kalkulus + ekstra

Sedangkan Mi’roj Muntoha, S.Pd. selaku narasumber kedua menerangkan bahwa dalam pembinaan olimpiade matematika sekolah, tujuan dari pembinaan itu sendiri dan peran guru pembina sangatlah penting. Keduanya saling berpengaruh dalam perwujudan pembinaan olimpiade yang kondusif dan efisien. Selain itu beliau juga memaparkan tentang tips dalam membimbing tim olimpiade matematika di sekolah adalah niatkan sebagai ibadah, memahami materi yang diujikan, melakukan pembinaan kepada siswa secara kontinu, komitmen yang tinggi, pembina harus rajin mencari referensi, mempunyai semangat belajar yang tinggi, melibatkan alumni tim olimpiade yang berprestasi dalam pembinaan, dan mengirimkan siswa dalam berbagai kompetisi matematika. (Suparni, S.Pd., M.Pd./FST)