Diskusi Ilmiah: Tantangan Riset Bidang Sains dan Teknologi Menjawab Urgensitas Solusi Pandemi Covid-19

GeNose C-19 adalah produk yang berangkat dari hasil penelitian para putra terbaik Indonesia yang saat ini telah mendapatkan izin edar. Perjuangan untuk mendapatkan hasil penelitian yang memberikan dampak tinggi tentu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah terlebih pada masa pandami seperti saat ini. Oleh karena itu Faklultas Sains dan Teknologi mengadakan Diskusi Ilmiah: "Tantangan Riset Bidang Sains dan Teknologi Menjawab Urgensitas Solusi Pandemi Covid 19" bersama narasumber yaitu Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Kepala Jurusan Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Diskusi ini diselenggarakan pada hari Selasa, 16 Maret 2021 secara daring dan diikuti oleh 270 peserta baik dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan juga instasi lainnya.
Dalam diskusi ini, Prof. Kuwat menyampaikan penelitian seperti apa yang dapat dikatakan baik sekaligus memiliki kontribusi terhadap dunia pengetahuan. Berdasarkan pengalaman yang dialami banyak peneliti, hanya penelitian dengan kontribusi ke pengetahuan yang bisa menembus jurnal-jurnal internasional terindeks. Banyak peneliti terapan di Indonesia terjebak dengan penelitian tanpa kontribusi dan hanya mengganti obyek tempat, pada akhirnya ditolak ketika publikasi ke jurnal internasional terindeks.
Masalah yang sering terjadi, (1) banyak orang menulis manuskrip setelah selesai semua eksperimen, pelaksanaan eksperimen telah selesai dilakukan, bahkan sudah lama, sehingga Ketika diperlukan bagian-bagian yang harus diulang, bahan/alat yang digunakan sebelumnya sudah tidak tersedia. (2) Banyak orang menulis manuskrip dengan gambar/illustrasi seadanya, tidak tajam (blur), sehingga keseriusan dalam menulis terkadang diragukan. (3) Banyak orang melakukan penelitian tidak dimulai dengan persiapan, perencanaan, dan metodologi penelitan yang baik, akibatnya:
- Sering terjadi data yang sebenarnya tidak perlu diambil tetapi diambil, atau sebaliknya data yang seharusnya diambil justru tidak diambil;
- Manuskrip ‘terpaksa’ ditulis berdasarkan data yang ada, apa adanya.
- Alur dan kontribusi ilmiah sangat rendah, terkadang hanya mengulang yang telah ada, dengan performa yang bahkan tidak lebih baik.
Saran sebelum mulai melakukan penelitian:
- Buat sebuah ‘big picture’ terkait bentuk dari artikel yang akan ditulis;
- Pilihlah satu hingga 2 artikel ilmiah dari hasil kajian Pustaka yang telah dilakukan dan ikuti alur artikel tersebut;
- Pastikan artikel yang kita pilih merupakan artikel mutakhir (paling lambat merupakan artikel yang terbit 3 tahun terakhir).
[hkn]