Nata De Ceulerpa, Inovasi Pangan Fungsional yang Mendunia! Karya Anak Bangsa

Tim Peneliti yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, Jeanette Irene Christiene Manoppo, MD.,Ph.D, Fahrul Nurkolis, Ronald Rompies, MD.,Sp.A, Dr. dr. Nelly Mantik Mayulu, M.Si, Sp.KKLP, Hans Natanael, MD, Dr. Siti Chairiyah Batubara, M.Si, dr. Shirley E. S Kawengian, M.Si, dr. Youla Annatje Assa, MKes., adalah penemu dari Nata De Ceulerpa berbahan dasar dari anggur laut atau alga laut (Ceulerpa racemosa). Hasil produk pangan tersebut sudah mencapai tahap uji in vitro (uji antioksidan). Penelitian ini di prakarsai ide dari Fahrul Nurkolis, Mahasiswa Semester 1 di Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan berkolaborasi dengan departemen ilmu kesehatan anak Universitas Sam Ratulangi – Manado.

Nata merupakan salah satu jenis produk olahan makanan yang dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bakteri A.xylinum. Nata biasanya terbuat dari air kelapa atau biasa disebut dengan Nata De Coco. Namun demikian, dengan melihat tekstur dari anggur laut jenis Ceulerpa racemosa yang berpotensi untuk di jadikan nata de ceulerpa yang tinggi mineral dan vitamin serta antioksidan, peneliti tersebut bertujuan untuk mengolah atau memformulasikan atau menginovasikan sebuah inovasi atau invensi produk dengan memanfaatkan anggur laut (Ceulerpa racemose) menjadi produk pangan Nata de ceulerpa dan mengetahui kandungan antioksidan (khususnya vitamin C) didalamnya.

Dalam pengolahannya, produk nata de ceulerpa ini juga memanfaatkan strain bakteri dari nanas yaitu A.xylinum, jadi pemanfaatannya bahan alam dan eco-friendly. Bahkan, setelah melalui uji vitamin c atau antioksidan, kadarnya mencapai 80.40mg/100g. Hasil produk ini telah tercatat pada intellectual property rightsdengan nomor catatan: EC00202105749. Para peneliti juga akan mempresentasikan karyanya di ajang international conference yang di selenggarakan oleh Nutrition European pada bulan Maret 202.

Konsumsi vitamin c atau antioksidan telah dibuktikan oleh peneliti yang dipublikasikan di Advances in Nutrition dapat mengurangi risiko of all-cause mortality. Konsumsi Vitamin C juga dapat mengurangi risiko Diabetes Tipe 2. Produk ini sangat prospektif untuk di komersilkan menjadi produk pangan fungsional dengan berbagai manfaat kesehatan.

Namun, para peneliti masih akan melakukan uji klinis pada hewan coba untuk memastikan kelayakan produk tersebut secara empiris. Setelah melalui uji Nutrition Facts dan uji kelayakan produk, produk ini dapat diperjual-belikan.