Talkshow and Biologi Expo 2019

Narasumber dan Staf Prodi Biologi melakukan sesi foto bersama
Prodi Biologi FST UIN Sunan Kalijaga baru saja selesai menyelenggarakan Talkshow dan Biology Expo yang mengambil tema "Our Environment". Talkshow dilaksanakan pada tanggal 12 September 2019 mulai dari jam 08.00 wib hingga jam 12.00 wib. Acara tersebut bertempat di ruang teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi lantai 1 dengan mengundang tiga narasumber yaitu dari LSM BISA Indonesia, Indonesia Dragonfly Society, dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi. BISA Indonesia membahas tentang penurunan biodiversitas secara umum, sedangkan IDS membahas tentang peran capung dan keragaman capung di Indonesia, sedangkan Balai TNGM lebih kepada kegiatan monitoring elang jawa serta kegiatan rutin yg dilakukan oleh Balai TNGM.
Sedangkan Biology Expo yang dilksanakan bersamaan dengan Talkshow bertempat pada Fakultas Sains dan Teknologi dengan mengundang beberapa Kelompok studi yang bergerak pada bidang Biologi dan Konservasi seperti KP3 burung UGM, KP3 Herpet UGM, Jawi UGM, Bionic UNY, Waterforum Kalijogo UIN, Biolaska UIN, KSB UAJY, Sayap Sadhar Sanata Dharma, Animal Keeper, COP, WRC, Bioenter UIN, Eldra UIN dan KSO UNY. Acara Biology Expo berjalan dengan lancar dan ramai pengunjung.
Seminar Nasional ini mengambil tema "sampah dan laut". Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 September 2019 bertempat di Convention Hall. Seminar Nasional PRB 2019 mengundang 4 narasumber yaitu Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA., Dr. Adian Khoironi, S.T., M.Si., Siti Aisah, S.Si., M.Si., Ani Sumiarti, S.Pt. Seminar Nasional dibagi dua sesi, sesi pertama Bu Adian membahas tentang apa itu mikroplastik dan bahaya nya bagi lingkungan yang dilanjutkan dengan pak Aryo membahas tentang kebijakan dan langkah langkah pemerintah dalam permasalahan sampah di laut. Pada sesi kedua dilanjutkan dengan Bu ani membahas peran Bank sampah dan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah. Sedangkan untuk bu aisyah sendiri beliau menyampaikan bahwa peran kebersiha sungai juga berdampak pada ekosistem laut.