Stadium Generale Faculty of Science and Technology 2019

Stadium Generale yang diadakan Fakultas Sains dan Teknologi tahun 2019 ini dilaksanakan pada hari Rabu (04/09) pukul 13.00 di Convention Hall gedung Prof. R. H. Soenarjo UIN Sunan Kalijaga. Acara dibuka dengan pertunjukan musik mahasiswa senior yang dipersembahkan bagi juniornya sebagai ucapan selamat karena telah resmi bergabung dengan keluarga besar Fakultas Sains dan Teknologi. Ucapan selamat datang juga diberikan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, yakni bapak Muhammad Ja'far Luthfi, M.Si., Ph.D., sebagai sambutan pada pembukaan acara tersebut.
Intiacara Stadium Generale diisi oleh pemateri dari Fakultas Sains dan Teknologi sendiri, yakni bapak Agung Fatwanto, S.Si., M.Kom., Ph.D. Wakil Dekan I Bidang Akademik. Mengusung tema “Beyond of Tomorrow”, bapak Agung Fatwanto mengajak seluruh peserta Stadium Generale untuk berpikir jauh kedepan, tentang ilmu pengetahuan dan teknologi apa yang akan membentuk masa depan kita.
Teknologi dimulai sejak lahirnya revolusi di bidang industri, setelah ditemukannya mesin pada tahun 1784, yang saat ini dikenal dengan nama revolusi industri 1.0. Revolusi tersebut mengubah hidup manusia secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi, serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisisosial,ekonomi, danbudayadi dunia. Dengan ditemukannya mesin, masyarakat mulai melakukan pekerjaannya dengan bantuan mesin, munculnya produksi masal, munculnya mesin-mesin pertanian, dan lain sebagainya. Dari hal tersebut kemudian muncul program studi teknik mesin.
Revolusi 2.0 (1890) dimulai sejak ditemukannya listrik. Tenaga listrik memberikan dampak meluasnya penggunaan mesin-mesin dalam manufaktur, meningkatnya secara drastis penggunaan tenaga uap, meluasnya penggunaantelegraf, penggunaanminyak bumidan munculnyaelektrifikasi, yang pada perkembangannya kemudian muncul program studi teknik elektro.
Kemunculan teknologi digital, yakni komputer dan internet menandai dimualinya revolusi Indusri 3.0. (1969). Penggunaan Sistem otomatisasi berbasis komputer pada mesin membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan manusia. Sehingga muncul program studi teknik komputer dan informatika untuk mempelajari hal tersebut.
Revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang belangsung ditandai dengan sistem cyber-physical. Industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data. Istilah ini dikenal dengan nama internet of things.
Perkembangan teknologi saat ini merambah berbagai bidang, misalnya pada bidang biologi telah ditemukan cara membuat daging melalui penelitian laboratorium, sehingga kedepannya daging dapat diperoleh tanpa harus berternak hewan. Pada bidang fisika, listrik dapat dihasilkan dari reaksi Fusi. Pada bidang robotika, pelaku industri saat ini sudah memanfaatkan full automasi.
Setiap perubahan revolusi tersebut, berdampak pula terhadap socio cultural masyarakat. Dari masyarakat pemburu (Hunting Society) berkembang menjadi masyarakat agraris (Agrarian Society) kemudian menjadi masyarakat industry (Industrial Society) dan saat ini kita masuk ke dalam masyarakat informasi, masyarakat yang secara sosial budaya dikendaikan oleh informasi.
Saat ini pemerintah Jepang sedang mengembangkan program Society 5.0 yang dinamakan masyarakat Solusi, dimana setiap orang akan dapat terkoneksi secara cepat untuk mencari solusi atas setiap masalah yang dihadapi.
Selanjutnya teknologi apa lagi yang akan tercipta? Generasi kita yang harus memulainya!