Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Resmi Meluncurkan Program Studi Sains Biomedis
Yogyakarta, 26 Agustus 2024 – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Fakultas Sains dan Teknologi secara resmi meluncurkan Program Studi (Prodi) Sains Biomedis pada hari ini, 26 Agustus 2024 dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., beserta jajarannya, sederet pimpinan Fakultas dan Kepala Unit. Turut hadir berbagai mitra dan calon mitra kerja sama yang telah diundang untuk mendukung perkembangan prodi ini ke depannya. Mitra yang diundang antara lain RS Happyland, RSUP Dr. Sardjito, RSUD Panembahan Senopati, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dan RSYI PDHI. Selain mitra yang sudah bekerja sama, terdapat pula calon mitra yang diundang untuk menjajaki kemungkinan kerja sama di masa depan, yaitu: Balai laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinkes DIY, SMF Indonesia Yogyakarta, Dinas Kesehatan Bantul, SMK Kesehatan Bantul, PT. Perusahaan Jamu Tradisional Dr. Sardjito (Calcusol), BPOM.
Dalam acara tersebut Dekan FST Prof. Dr. Khurul wardati, M.Si. menyampaikan bahwa prodi ini didirikan dengan fokus pada pengembangan diagnostik molekuler obat berbasis bahan alam yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, ke-Indonesiaan, dan kearifan lokal. Beliau berharap prodi ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan di UIN Sunan Kalijaga di masa depan.
Berperan sebagai Keynote Speech Rektor memberikan Apresiasi dan dukungan untuk operasional prodi baru Sainsbiomedis. Prodi sainsbiomedis merupakan salah satu future science yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan akan terus berkembang. Rektor juga memberi menggambarkan kekhawatiran global terkait fenomena penuaan populasi. Misalnya, di Jepang, pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan, tenaga kerja semakin berkurang, sementara harapan hidup penduduk terus meningkat. Dari kondisi ini, ia mengusulkan potensi pembukaan program studi keperawatan yang berfokus pada perawatan lansia, dengan peluang penyaluran lulusan yang bekerja sama dengan Jepang. Selain itu, ia menyoroti isu keamanan pangan di Indonesia yang semakin berkurang akibat lahan pertanian yang tergerus oleh industri dan perumahan. Noorhaidi mengungkapkan bahwa dalam 20 tahun ke depan, kelangkaan bahan pangan mungkin terjadi, sehingga perlu dipertimbangkan pembukaan fakultas dan program studi yang dapat membantu mengatasi tantangan tersebut.
UIN sunan Kalijaga Yogyakarta menerima 41 mahasiswa dari 776 yang mendaftar sebagai mahasiswa prodi sainsbiomedis. Prof. Khurul berharap Prodi tersebut dapat berkembang dengan pesat dan menjadi embrio Fakultas Kesehatan atau Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga.