Dilihat 0 Kali

06_348_Prof Maizer_page-0001 (1).jpg

Kamis, 02 April 2026 13:52:00 WIB

Mengenang Prof. Maizer Said Nahdi: Pendiri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga

Prof. Maizer bukanlah sekadar akademisi biasa di lingkungan kampus; bagi sivitas akademika, "Prof. Maizer adalah Saintek dan Saintek adalah Prof. Maizer". Perjalanan pengabdian beliau yang luar biasa dimulai pada tahun 1984 ketika beliau bergabung di Jurusan Tadris, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. Pada masa itu, beliau adalah satu-satunya dosen yang memiliki latar belakang pendidikan sains murni (Biologi). Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana di awal kariernya, beliau berjuang gigih membangun jejaring kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna memastikan mahasiswa tetap mendapatkan fasilitas pembelajaran yang layak.

Momen paling bersejarah dalam kiprah institusional beliau terjadi pada awal masa transisi IAIN menjadi UIN di tahun 2004. Prof. Maizer diberikan amanah strategis sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Akademik. Di bawah komandonya yang tegas dan visioner, tim ini berhasil merumuskan naskah akademik yang menjadi landasan lahirnya program studi rumpun sains dan teknologi, yang sekaligus menjadi fondasi utama berdirinya Fakultas Sains dan Teknologi yang kita banggakan hari ini. Setelah fakultas ini resmi berdiri, beliau pun menjabat sebagai Dekan pertama untuk periode 2006–2010, dan kembali diminta memimpin pada periode 2015–2016.

Selama masa kepemimpinannya, Prof. Maizer tidak hanya meletakkan dasar administrasi dan infrastruktur, tetapi juga menanamkan ruh dan filosofi keilmuan. Beliau membumikan nilai "ZIKR" (Zero based, Iman, Konsisten, dan Result Oriented) yang menuntut objektivitas, kepasrahan kepada Tuhan, keteguhan hati, dan orientasi pada ridha Allah SWT. Visi beliau tentang integrasi Islam dan Sains diwujudkan secara nyata melalui Program Pendampingan Keagamaan (PPK), yang bertujuan agar seluruh mahasiswa sains dan teknologi UIN tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga fasih membaca Al-Qur'an, memiliki akhlak mulia, dan memegang teguh nilai-nilai keislaman di tengah laju modernisasi.

Karier akademik beliau mencapai puncaknya saat beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar pertama di Fakultas Sains dan Teknologi pada tahun 2019. Sebagai pakar Biologi Konservasi dan Etnobotani lulusan S1, S2, dan S3 UGM, karya-karya penelitian beliau—dari lahan kritis di Imogiri hingga ekosistem karst di Gunung Kidul—selalu menyuarakan harmoni antara manusia dan alam. Beliau mengintegrasikan prinsip Deep Ecology dengan nilai Islam, menegaskan bahwa manusia adalah khalifatullah fil ardh yang memikul tanggung jawab moral untuk merawat bumi. Kecintaan beliau pada alam pun diwariskan dalam wujud nyata: kampus FST yang asri, hijau, bersih, dan sangat rapi.

Di balik sikapnya yang disiplin, teguh pada aturan, dan berwibawa, Prof. Maizer sejatinya adalah sosok ibu yang berhati lembut, ngemong, dan selalu ngayomi para koleganya. Beliau banyak mendorong dan membimbing karier para dosen muda, menciptakan suasana kerja harmonis layaknya sebuah keluarga besar, dan selalu memberikan teladan tanpa henti.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Awan duka yang sangat mendalam tengah menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya Fakultas Sains dan Teknologi. Sosok perintis, guru, teladan, dan figur ibu bagi kita semua, Prof. Dr. Dra. Hj. Maizer Said Nahdi, M.Si., telah berpulang ke hadirat Allah Swt. Kepergian beliau meninggalkan rasa kehilangan yang tak terperi, namun warisan perjuangan, dedikasi, dan jejak keilmuan yang beliau tinggalkan akan terus hidup secara abadi di sanubari seluruh sivitas akademika. Awal Bulan Syawal ini, kita melepas kepergian seorang pejuang akademik sejati. Prof. Maizer pernah berpesan, "Jadikan Fakultas Saintek sebagai rumah kedua kalian—rumah yang dirawat dengan cinta, dihias dengan ilmu, dan dijaga dengan dedikasi". Pesan ini akan selalu menjadi wasiat berharga bagi kita semua. Selamat jalan menuju peristirahatan terakhir, Prof. Dr. Maizer Said Nahdi, M.Si. Segala ilmu, keteladanan, serta pengabdian yang telah Ibu taburkan akan menjadi amal jariyah yang tak pernah terputus pahalanya di sisi Allah Swt. Kami berjanji akan terus merawat dan membesarkan Fakultas Sains dan Teknologi, warisan abadi dari pengabdian dan cinta tulus Ibu. Aamiin Ya Rabbal Alamin.