Prof. Maizer bukanlah sekadar akademisi
biasa di lingkungan kampus; bagi sivitas akademika, "Prof. Maizer adalah
Saintek dan Saintek adalah Prof. Maizer". Perjalanan pengabdian beliau
yang luar biasa dimulai pada tahun 1984 ketika beliau bergabung di Jurusan
Tadris, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. Pada masa itu, beliau adalah
satu-satunya dosen yang memiliki latar belakang pendidikan sains murni
(Biologi). Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana di awal kariernya,
beliau berjuang gigih membangun jejaring kerja sama dengan Universitas Gadjah
Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna memastikan mahasiswa
tetap mendapatkan fasilitas pembelajaran yang layak.
Momen paling bersejarah dalam kiprah
institusional beliau terjadi pada awal masa transisi IAIN menjadi UIN di tahun
2004. Prof. Maizer diberikan amanah strategis sebagai Ketua Kelompok Kerja
(Pokja) Akademik. Di bawah komandonya yang tegas dan visioner, tim ini berhasil
merumuskan naskah akademik yang menjadi landasan lahirnya program studi rumpun
sains dan teknologi, yang sekaligus menjadi fondasi utama berdirinya Fakultas
Sains dan Teknologi yang kita banggakan hari ini. Setelah fakultas ini resmi
berdiri, beliau pun menjabat sebagai Dekan pertama untuk periode 2006–2010, dan
kembali diminta memimpin pada periode 2015–2016.
Selama masa kepemimpinannya, Prof. Maizer
tidak hanya meletakkan dasar administrasi dan infrastruktur, tetapi juga
menanamkan ruh dan filosofi keilmuan. Beliau membumikan nilai "ZIKR"
(Zero based, Iman, Konsisten, dan Result Oriented) yang menuntut
objektivitas, kepasrahan kepada Tuhan, keteguhan hati, dan orientasi pada ridha
Allah SWT. Visi beliau tentang integrasi Islam dan Sains diwujudkan secara
nyata melalui Program Pendampingan Keagamaan (PPK), yang bertujuan agar seluruh
mahasiswa sains dan teknologi UIN tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi
juga fasih membaca Al-Qur'an, memiliki akhlak mulia, dan memegang teguh
nilai-nilai keislaman di tengah laju modernisasi.
Karier akademik beliau mencapai puncaknya
saat beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar pertama di Fakultas Sains dan
Teknologi pada tahun 2019. Sebagai pakar Biologi Konservasi dan Etnobotani
lulusan S1, S2, dan S3 UGM, karya-karya penelitian beliau—dari lahan kritis di
Imogiri hingga ekosistem karst di Gunung Kidul—selalu menyuarakan harmoni
antara manusia dan alam. Beliau mengintegrasikan prinsip Deep Ecology
dengan nilai Islam, menegaskan bahwa manusia adalah khalifatullah fil ardh
yang memikul tanggung jawab moral untuk merawat bumi. Kecintaan beliau pada
alam pun diwariskan dalam wujud nyata: kampus FST yang asri, hijau, bersih, dan
sangat rapi.
Di balik sikapnya yang disiplin, teguh
pada aturan, dan berwibawa, Prof. Maizer sejatinya adalah sosok ibu yang
berhati lembut, ngemong, dan selalu ngayomi para koleganya.
Beliau banyak mendorong dan membimbing karier para dosen muda, menciptakan
suasana kerja harmonis layaknya sebuah keluarga besar, dan selalu memberikan
teladan tanpa henti.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Awan duka yang sangat mendalam tengah
menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga
Yogyakarta, khususnya Fakultas Sains dan Teknologi. Sosok perintis, guru,
teladan, dan figur ibu bagi kita semua, Prof. Dr. Dra. Hj. Maizer Said Nahdi,
M.Si., telah berpulang ke hadirat Allah Swt. Kepergian beliau meninggalkan rasa
kehilangan yang tak terperi, namun warisan perjuangan, dedikasi, dan jejak
keilmuan yang beliau tinggalkan akan terus hidup secara abadi di sanubari
seluruh sivitas akademika. Awal Bulan Syawal ini, kita melepas kepergian
seorang pejuang akademik sejati. Prof. Maizer pernah berpesan, "Jadikan
Fakultas Saintek sebagai rumah kedua kalian—rumah yang dirawat dengan cinta,
dihias dengan ilmu, dan dijaga dengan dedikasi". Pesan ini akan selalu
menjadi wasiat berharga bagi kita semua. Selamat jalan menuju peristirahatan
terakhir, Prof. Dr. Maizer Said Nahdi, M.Si. Segala ilmu, keteladanan, serta
pengabdian yang telah Ibu taburkan akan menjadi amal jariyah yang tak pernah
terputus pahalanya di sisi Allah Swt. Kami berjanji akan terus merawat dan
membesarkan Fakultas Sains dan Teknologi, warisan abadi dari pengabdian dan
cinta tulus Ibu. Aamiin Ya Rabbal
Alamin.