Workshop Evaluasi Pengelolaan Jurnal

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga mengawali kegiatan workshop di tahun ini dengan evaluasi jurnal yang diadakan pada hari Senin tanggal 10 Januari 2022. Kegiatan ini dilkukan secara luring di ruang 102 Fakutas Saintek. Workshop dengan tema “Evaluasi Pengelolan Jurnal” ini merupakan rangkaian dari workshop jurnal yang telah diadakan sepanjang tahun 2021. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Siti Nurleily Marliana, M.Sc., Ph.D. (selaku dosen Prodi Biologi UGM) dan Bapak Joaquim Baeta. Narasumber berdua merupakan pendamping pengelolaan jurnal di Fakultas Saintek selama satu tahun terakhir. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan jurnal fakultas, yaitu sebanyak 10 jurnal.
Kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB oleh Ibu Dr. Shofwatul ‘Uyun selaku Wakil Dekan bidang Akademik. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan workshop kali ini selain membahas hasil evaluasi pengajuan jurnal ke akreditas DOAJ, juga membahas evaluasi setiap jurnal secara keseluruhan. Di tahun ini terdapat beberapa jurnal di bawah fakultas yang sedang dinon-aktifkan karena terkendala penerbitan, sehingga yang awalnya berjumlah 14, saat ini menjadi 10 jurnal yang aktif. Jurnal yang di-nonaktifkan ini apabila ke depan sudah siap menerbitkan artikel maka dapat diaktifkan kembali.
Acara inti disampaikan oleh Ibu Siti Nurleily Marliana, M.Sc., Ph.D. dan Bapak Joaquim Baeta atau yang biasa dipanggil dengan Bu Lelly dan Pak Alex. Beliau membuka dengan motivasi bahwa pengelola jurnal harus memiliki tekad yang kuat untuk mengelola, apalagi fakultas telah memberikan support yang maksimal berupa SDM, dana dan juga fasilitas tenaga ahli selaku konselor. Evaluasi pengajuan akreditasi ke DOAJ dari 5 jurnal yaitu seluruh jurnal masih belum berhasil lolos. Mayoritas permasalahan yang dihadapi adalah tingginya penulis dari dalam institusi, yang mana standar maksimal yang ditetapkan oleh DOAJ hanya 20% saja. Jurnal-jurnal ini dapat melakukan re-akreditasi setelah enam bulan sejak pengajuan pertama.
Jurnal yang akan mengajukan akreditasi ke Scopus harus memiliki Editor in Chief yang memiliki h-index tinggi. Selain itu editor dalam jurnal harus mewakili minimal 5 negara dengan keilmuan yang dibutuhkan sesuai dengan focus and scope dari jurnal tersebut. Selain evaluasi indeksasi jurnal, Bu Lelly menyampaikan bahwa workshop ke depan dapat membahas khusus pelatihan layout artikel ilmiah. Hal ini karena rata-rata layout artikel jurnal di bawah Saintek masih menggunakan Ms.Word sehingga mempengaruhi estetika tampilan. Estetika layout ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian akreditasi jurnal di beberapa tahun terakhir ini. Di akhir workshop, pengelola jurnal melakukan diskusi dan konsultasi bersama dengan narasumber. [SF]