Forum Diskusi Ilmiah Fakultas Sains dan Teknologi : Rancangan Induk dan Peta Jalan Penelitian Indonesia Bidang Sains dan Teknologi Menuju Visi Indonesia Emas 2045

26 Januari 2021, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Forum Diskusi Ilmiah Fakultas Sains dan Teknologi dengan tema Rancangan Induk dan Peta Jalan Penelitian Indonesia Bidang Sains dan Teknologi Menuju Visi Indonesia Emas 2045. Acara dibuka dengan sambutan Dr. Khurul Wardati, M.Si. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi. Dalam sambutannya, Dr. Khurul mengharapkan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengetahui dan ikut dalam rancangan induk dan peta jalan penelitian tersebut. Dengan diadakannya forum diskusi ilmiah ini semoga menjadi titik awal penyusunan road map penelitian yang inline dengan Visi Indonesia Emas 2045.

Acara inti mengenai pemetaan rancangan induk penelitian disampaikan oleh Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., beliau adalah salah seorang fisikawan teori Indonesia dengan fokus penelitian teori fisika partikel, selain itu beliau merupakan salah satu pionir dan penggagas utama Grup Fisikawan Teoritik Indonesia serta Masyarakat Komputasi Indonesia.

Dengan kondisi tren saat ini, kita tidak bisa melakukan riset seperti dahulu, fokus pada penelitian saat ini harus diubah ke product development dan kebaruan, tidak lagi hanya pada memikirkan pembuatan komponen baru.

Dari filosofi dasar manajemen riset, tujuan dari seorang peneliti melakukan riset adalah mendapatkan reputasi ilmiah, karya ilmiahnya harus menjadi acuan orang lain, dan untuk mendapatkannya seorang peneliti harus memikirkan cara menyampaikan substansi kebaruan hasil risetnya, kemudian substansi investasinya, dan terakhir dimana hasil penelitian tersebut akan dipublikasikan, tentunya mempublikasikan hasil riset di jurnal yang memiliki visibilitas memadai akan membuat hasil penelitian tersebut akan banyak dilihat orang, sehingga lebih besar kesempatan hasil penelitian tersebut dapat menjadi acuan orang lain.

Proses riset atau penelitian adalah menciptakan kebaruan secara ilmiah, dan seorang peneliti harus menjadi problem solving yang didalam hasil penelitiannya memiliki aspek pencarian, seleksi (relevansi kelayakan), eksplorasi (aneka solusi), dan sintesa (pembuktian dan pembakuan).