Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains III Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan “Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains” yang ke tiga pada hari Rabu, 18 November 2020. Konferensi ini diselenggarakan secara oline melalui aplikasi zoom dan chanel youtube Fakultas Sains dan Teknologi. Acara pembukaan dan sesi plenary dapat disaksikan pada link berikut: https://youtu.be/qJZm2cdAdDU . Hal ini dilakukan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Sambutan rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada konferensi ini yang diwakilkan oleh wakil rektor, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S. Ag., M. Si, yang dalam pidatonya menyampaikan bahwa integrasi ineterkoneksi Islam dan sains akan membentuk pribadi yang beriman karena berilmu pengetahuan, dan berpengetahuan karena beriman. Pribadi yang demikian itu lahir dari perguruan tinggi. Dalam perkembangannya melalui pendekatan sains UIN Sunan Kalijaga kedepannya akan bergerak kearah aksi bukan lagi opini tentang integrasi interkoneksi. Integrasi interkoneksi menjadi gagasan segar yang harus disegerakan menjadi seperangkat metode berpikir dalam menggembangkan keilmuan baru kemudian di ikuti langkah konkrit berupa riset ilmiah yang dipublikasikan secara internasional. Integrasi harus menjadi ciri, corak dan pola berpikir bahkan sikap yang mendasari semuanya termasuk kebijakan yang mendasari kepemimpinan yang terintegrasi interkoneksi.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Hj. Khurul Wardati, M.Si. menyampaikan terimaksih kepada para peserta atas kesediannya untuk membagikan serta mendiskusikan karyanya pada konferensi ini. Acara ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhada karya dan sarana dalam bertukar pikiran bahwa keilmuan sains tidak bias lepas dari keilmuan islam. Beliau menekankan pentingnya integrasi interkoneksi Islam dan sains sebagai fondasi bagi keilmuan di Fakultas Sains dan teknologi UIN Sunan Kalijaga. Pada kesempata kali ini Dr. Muhammad Wakhid Musthofa, M.Si selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara tahunan yang sudah sampai pada tahun ke tiga saat ini. Acara ini dalam rangka mempertegas iklim integrasi interkoneksi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga yang harus diemban oleh UIN Sunan Kalijaga karena dari kampus inilah gagasan integrasi interkoneksi ini lahir. Dalam kesempatan kali ini disampaikan pula pentingnya pendampingan pemahaman agama dengan rasionalitas.

Keynote speaker dalam konferensi ini adalah Prof. Dr. M. Amin Abdullah guru besar ilmu filsafat UIN Sunan Kalijaga memaparkan bahwa multidsiplin, interdisiplin, transdisiplin merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalah yang sedang terjadi saat ini (complex problem solving). Hal ini sesuai dengan pernyatan Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A. guru besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga yang mengatakan ilmu apapun tidak akan berkembang lebih maju jika tidak mendiskusikannya dengan ilmu yang lain. Konsep integrasi dan interkoneksi keilmuan ternyata sudah diperkenalkan oleh Albert Einstein melalui pernyataannya yaitu “Ilmu tanpa agama akan lumpuh, agama tanpa ilmu akan buta”. Dr. Agung Fatwanto, S.Si., M.Kom. dosen Magister Teknik Informatika Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga mendukung pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa Fakultas Sains dan Teknologi mulai menerapkan integrasi interkoneksi dalam ranah akademik yang di tuangkan dalam suatu kurikulum di tiga bidang kajian yaitu ilmu alam, kajian formal dan ilmu terapan. Adapun moderator dari acara ini adalah Dr. M. Jafar Luthfi dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Konferensi ini diikuti oleh 64 peserta pemakalah dan 178 peserta pasif dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.