General Lecture by Prof. Missy Morton (The University of Auckland, New Zealand)

Inclusive education in New Zealand:Curriculum and Teacher Preparation

Auteroan (negeri awan putih) merupakan julukan bagi negara Selandia Baru. Sepertiga dari warga Selandia Baru tinggal di Auckland dan kebanyakan warganya berasal dari Eropa dan Pasifika. Selandia Baru terkenal akan pendidikannya yang sangat bagus, mulai dari sistem kurikulumnya dan bahkan guru-gurunya sangat mendukung adanya pendidikan. Pendidikan disana tidak hanya fokus pada pendidikan formal ataupun nonformal bagi manusia normal saja, bahkan bagi manusia penyandang disabilitas sangat diperhatikan. Pendidikan inklusi juga berbicara tentang budaya yang ada. Kekurangantidak bermasalah tapi yang terpenting adalah pemahaman budaya yang mana Selandia Baru multibudaya walaupun yang terkenal hanya Maouri dan kulit putihnya saja.

Tujuan pendidikan Selandia Baru adalah pendidikan dapat diperoleh untuk semua anak. Sekolah harus mampu membuat anak merasa diterima dilingkungan sekolah dengan mereka diperbolehkan untuk berpartisipasi, memupuk prestasi dan mampu membangun motivasi bahwa siswa dibutuhkan oleh sekitar. Bagian penting dalam sebuah pendidikan adalah mata pelajaran. Dalam sebuah mata pelajaran hal yang terpenting adalah kompetensi yang akan diperoleh. Kompetensi utama menekankan pada ilmu hayat yang berguna untuk kehidupan sehari-hari yang mana saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Desain pembelajaran bukan hanya bagaimana cara menyampaikan materi akan tetapi juga melihat dari sisi aspek bagaimana murid mampu berpartisispasi dalam pembelajaran.

Sebagai guru kita harus mampu membangun kompetensi yang siswa miliki. Bagaimana cara mengenali kompetensi? Salah satu cara yaitu mengalokasikan waktu unttuk berbicara dengan siswa dan bertanya tentang bagaimana cara belajar temannya. Cara lainnya yaitu menugaskan siswa secara berkelompok dengan anggota yang beragam. Point terakhir yaitu kolaborasi teaching (mengajar berasama-sama) seperti halnya guru dan siswa saling bertukar informasi atau ilmu.

Salah satu yang menjadi sebuah masalah dalam pendidikan inklusi adalah bagaimana mengajar siswa tertentu (siswa difabel). Bagaimana membuat pembelajaran menjadi aksesibel dan membuat kelas menjadi lebih baik? Akankah kita berhasil mewujudkan proses belajar mengajar dengan nyaman?

Assesment dalam sebuah pendidikan merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh guru agar guru tidak menghakimi apa yang ada dalam pikiran murid. Guru harus mampu membina hubungan yang baik dengan siswa. Efektifitas guru dalam hal mengajar dan menjalin relasi antar sesama merupakan salah satu tugas bagi guru. Selain merancang dan menyampaikan materi guru juga harus mampu membuat siswa menjadi bagian kelas sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif.

Belajar dalam sebuah pembelajaran merupakan titik ukur siapa yang mampu mengajar dan siapa yang mampu diajar. Pendidikan Inklusi menekankan pada kerja sama antara guru dan orangtua anak penyandang disabilitas. (Afifatun Niswah/FST)

Lessons Learned
He aha te mea nui o tea o. He tangata, he tangata, he tangata.
(Kalau anda bertanya apapun yang paling penting di dunia ini, ada 3 yaitu: orang, orang, dan orang).
(It’s all about relationships)
Prof. Missy Morton, Ph.D.

Berita Terkait