Kelompok Studi Biolaska Gelar Seminar Hasil Ekspedisi Aksara Tilu dan Expo Eidu (Exploratum In De Universum)

Sleman, 12 September 2022 - Masih dalam rangkaian acara MILAD BIOLASKA ke-18, BIOLASKA (Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga) menyelenggarakan Seminar Hasil Ekspedisi Aksara Tilu 2022. Kegiatan seminar yang mengusung tema, “Menyusuri Kekayaan Hayati di Batas Provinsi Gunung Tilu, Kuningan” ini dilaksanakan di ruang teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Sebelum memasuki pemaparan hasil ekspedisi oleh para ekspeditor, kegiatan diawali dengan diskusi pengantar bersama dua narasumber yang ahli di bidangnya. Materi yang disampaikan sangat menarik dan menambah wawasan tentang riset dan konservasi keanekaragaman hayati.

Narasumber pertama yaitu Arif Rudiyanto, S.Si., yang merupakan Direktur Yayasan Kanopi Indonesia. Beliau menyampaikan materi tentang Urgensi Eksplorasi dan Utilisasi Data Keanekaragaman Hayati dalam Dunia Konservasi. Pak Arif Rudiyanto atau yang akrab disapa Pak Dir memaparkan bahwa saat ini baru 1,74 juta spesies telah didata dari total 1 triliun yang artinya 80% lainnya masih menjadi misteri. Padahal ancaman biodiversitas seperti polusi, invasive alien species, climate change, pengalihfungsian lahan, dan adanya eksploitasi secara langsung sudah nyata terjadi. Pendataan biodiversitas tersebut berguna untuk memetakan potensi desa, membuat rencana pengelolaan kawasan, dan menetapkan kebijakan. Selain itu, biodiversitas dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, sumber energi terbarukan, sumber obat, sumber sandang, dan beberapa sumber vital lainnya.

Adapun Narasumber kedua yaitu Andriansyah yang merupakan Java Programme Manager Burung Indonesia. Beliau membawakan materi Merangkai Puzzle Informasi Keanekaragaman Hayati Tanah Jawa. Melalui topik tersebut, Pak Andriansyah mengutarakan bahwa biodiversitas Jawa tergolong penting dengan kekayaan biodiversitasnya. Berbeda dengan Sumatera dan Kalimantan, Pulau Jawa memiliki banyak spesies endemis. Pak Andriansyah juga menyampaikan bahwa hutan pegunungan Jawa bagian barat menjadi area pusat keanekaragaman spesies endemis Pulau Jawa, khususnya untuk kelompok burung.

Usai diskusi pengantar dari kedua narasumber dan sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penayangan video ekspedisi. Video tersebut memberikan gambaran kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir tentang lokasi dan aktivitas selama kegiatan di Kuningan, Jawa Barat. Bela Prapitasari S.Si., selaku ketua ekspedisi mendeskripsikan tentang lokasi pengambilan data di Kawasan Perhutani Gunung Tilu di Desa Cimara yang berada di perbatasan Brebes, Jawa Tengah dan Kuningan, Jawa Barat. Hasil ekspedisi Aksara Tilu dipresentasikan dengan menarik oleh perwakilan ekspeditor dari masing-masing taksa. Kelima tim tersebut menyampaikan secara bergantian dimulai dari Taksa Herpetofauna, Taksa Capung, Taksa Burung, Taksa Kupu-Kupu, dan Taksa Anggrek. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Fahrul Shobarudin Syahban, seorang konservator yang ikut mendampingi selama ekspedisi. Mas Fahrul_sapaan akrabnya_menjelaskan kondisi sosial budaya di lokasi ekspedisi.

Selain kegiatan Seminar Hasil Aksara Tilu, BIOLASKA juga menyelenggarakan kegiatan Pameran Expo EIDU (Exploratum In De Universum). Kegiatan ini diisi oleh beberapa Kelompok Studi Pecinta Alam Yogyakarta, seperti Kelompok Studi BIOLASKA sendiri, Kelompok Studi Odonata (KSO) dari Universitas Negeri Yogyakarta, Kelompok Studi Biologi (KSB) Atmajaya, dan Botanika UIN Sunan Kalijaga. Masing-masing Kelompok Studi menggelar stand di Lobi Utama Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, di Lobi juga terpampang foto-foto selama ekspedisi, beberapa penghargaan yang diraih BIOLASKA dari masa ke masa, dan buku-buku terbitan BIOLASKA yang dapat dibaca selama stand berlangsung. Ada pula stand kaktus dan sukulen yang dapat dibeli oleh mahasiswa dan umum.

Rangkaian acara MILAD BIOLASKA masih akan berlangsung sampai 13 September 2022 di teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Acara berikutnya adalah Bedah Karya Aktual yang akan menghadirkan empat pembahas. Buku yang akan dibedah adalah Biodiversitas Pulau Bawean, Panduan Lapangan Amfibi dan Reptil di Kawasan Ekowisata Desa Jatimulyo, Kekayaan Hayati Masyarakat Hutan Wonosadi: Tumbuhan Obat dan Pangan, serta booklet Capung dan Kupu-Kupu Kawasan Karst Menoreh Kulon Progo.

Acara ini didukung oleh Biodiversity Warrior, Yayasan Kanopi Indonesia, Burung Indonesia, Tilu Daun, ARIDZONA, Meru Outdoor, dan Mera Hijab. Kami selaku panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang sudah mendukung acara ini.

Salam Bahagia,

Jurlaska.