VISI KEPEMIMPINAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI 2020 – 2024

SAINTEK PRIMA, SAINTEK THE BEST

UIN SUNAN KALIJAGA UNTUK BANGSA, UIN SUNAN KALIJAGA MENDUNIA

Terhitung sejak pelantikan para Dekan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2020-2024 pada tanggal 27 Juli 2020, termasuk Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Hj. Khurul Wardati, M. Si., serta pelantikan para Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 12 Agustus 2020, jajaran Dekanat Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan visi kepemimpinan Fakultas Sains dan Teknologi diberbagai kesempatan, seperti acara daring dekan menyapa seluruh warga saintek, kegiatan mahasiswa, juga saat sambutan pasca pelantikan Kaprodi Sekprodi 2020 – 2024 pada tanggal 31 Agustus 2020.

Visi Kepemimpinan Fakultas SAINTEK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah untuk menjadikan fakultas ini sebagai fakultas yang PRIMA (Profesional, Religius, Integral, Moderat, Adaptif).

PRIMA adalah pancajiwa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Secara bahasa (etimology), PRIMA adalah tangguh, sangat baik, utama atau unggul dan terkemuka. Adapun, secara akronim PRIMA terdiri dari 5 inisial yaitu Profesional, Religius, Integral, Moderat, Adaptif, baik dalam bidang akademik, sistem keuangan, kelembagaan, kerjasama dan kemahasiswaan maupun alumni.

  • Profesional : dalam arti bekerja, berkarya, dan melayani secara terukur, sistematis, akuntable namun responsif dengan dinamika yang terjadi.
  • Religius : dalam proses bekerja dan berkarya selalu diniatkan sebagai ibadah dan disertai dengan komitmen dan percaya diri (iman), suasana tenang dan damai (islam), dan spitit kebajikan kepada sesam (ihsan). Tiga entitas ini menjadi kesatuan yang saling berkelindan secara simetris agar mewarnai rasa khidmah (darma) dalam menjalankan takdir (karma) sebagai tendik, pegawai, dan mahasiswa
  • Integral : sebuah paradigma yang meniscayakan adanya ikatan yang saling terhubung antar berbagai kutub keilmuan, pekerjaan, maupun layanan. Dalam paradigma ini, setiap persepsi maupun definisi disatukan dalam frekwensi yang sama agar antara satu dengan lainnya tidak berdiri sendiri dan bersitegang. Namun semuanya saling bekerjasama dan terlibat bersama-sama.
  • Moderat:. Posisi tengah yang inklusif, dinamis, dan kritis. Baik dalam cara pandang maupun tindakan dalam beragama dan berbangsa. Dalam posisi ini, meniscayakan semipermeable (saling menembus), intersubjective-testabity (salng menguji), dan creative imagination (pararelitis atau perjumpaan dua atau lebih kerangka pikir dan kerja yang berbeda). Konsekwensi logisnya, setiap civitas sainteks harus meminimalisir atau meniadakan absolutisme dan ultra-konservatisme dalam beragama maupun dalam memeluk ajaran, pengetahuan, dan pengalaman lainnya.
  • Adaptif : kondisi fleksibilitas yang meniscayakan setiap pihak harus menyesuaikan diri dengan berbagai peluang, tantangan, dan perubahan. ketika kondisinya terlalu luas maka dipersempit, namun ketika kondisinya sempit maka diperluas.

Fakultas SAINTEK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencanangkan rencana strategis (strategic planning) 2020 – 2024 adalah “Meningkatkan Daya Saing Fakultas SAINTEK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Penguatan Kapabilitas Institusi”.

Adapun misi kepemimpinan di Fakultas SAINTEK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah:

  • Berperan dalam perkembangan sains dan teknologi berbasis integrasi interkoneksi baik lokal, regional maupun internasional dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  • Menyelenggarakan perencanaan dan realisasi pendanaan secara kolaboratif, partisipatif, transparan, dan akuntabel.
  • Mengembangkan layanan PRIMA dalam layanan akademik dan pengelolaan kemahasiswaan dan alumni.
  • Mengembangkan pelaksanaan networking baik lokal, nasional dan internasional untuk peningkatan kualitas sumber daya dan penguatan lembaga.
  • Menghasilkan Lulusan yang berkualitas, berakhlak mulia dan diterima masyarakat.