Selasa, 6 Juni 2017 12:50:56 WIB Dilihat : 245 kali

Wakil Rektor III ( Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ), Dr. Waryono, M.Ag. mengatakan UIN Sunan Kalijaga harus hebat. Artinya bisa mengungguli universitas-universitas ternama di Indonesia. Hal ini bisa ditunjukkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi. Maka semua Dosen dan karyawan Fakultas Sains dan Teknologi harusnya kompak dan saling mendukung dalam rangka memacu keunggulan dan kualitas akademik. Kalau Fakultas Sains dan Teknologi bisa mengungguli universitas-universitas ternama, UIN Sunan Kalijaga akan menjadi hebat. Tidak perlu merasa kecil karena belum lama lahir, lebih muda belum tentu kalah. Fakultas Sains dan Teknologi bisa bercermin dari tiga peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan untuk memacu semangat. Yakni; Perang Badar, Kemerdakaan yang diperoleh negara RI dan pergantian Dinasti Umayah ke Dinasti Abbasiyah. Jadi Bulan Ramadhan bisa dijadikan momentum untuk memacu kemenangan (meraih keunggulan) mengalahkan banyak perguruan tinggi ternama yang telah lebih dulu memiliki keunggulan.

Hal tersebut disampaikan Dr. Waryono dalam forum “Pengajian Mengisi Bulan Ramadhan” bertempat di Meeting Room, Laboratorium Terpadu, Fakultas Sains dan Teknologi, kampus setempat, Jum’at (2/6/17). Lebih lanjut Dr. Waryono memaparkan, 3 moment sejarah yang bisa dicontoh untuk memacu semangat memajukan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dr. Waryono Dijelaskan, mengawali perang Badar, Rasulullah gelisah memikirkan bagaimana pasukan umat Muslim yang hanya sedikit bisa mengalahkan kaum Quraish dalam perang Badar. Kegelisahan Rasulullah melahirkan inspirasi untuk mengatur strategi memenangkan perang Badar yang terjadi pada bulan Ramadhan. Dengan strategi yang disusun Rasulullah dalam keadaan puasa, pasukan kecil Rasulullah dapat memenangkan peperangan dengan kaum Quraish yang jumlah pasukannya berlipat-lipat dibanding pasukan Rasulullah. Kenapa? Karena puasa pada hakekatnya tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Tetapi puasa juga bisa mengendalikan nafsu. Sehingga bisa menfokuskan niat, semata-mata mendamba Ridla Allah SWT, yang bisa melahirkan pikiran yang jernih, hati yang ikhlas dan energi yang luar biasa yang bisa membuahkan kemenangan.

Belajar dari sejarah yang dialami Rasulullah dalam memenangkan perang Badar memberikan pembelajaran kepada kita, bahwa puasa bisa memacu produktifitas. Oleh karenanya puasa Ramadhan kali ini diharapkan bisa menjadi momentum berharga untuk lebih memajukan UIN Sunan Kalijaga. Dengan SDM yang terbatas, UIN Sunan Kalijaga hendaknya memiliki keunggulan stategis. “Melalui puasa Ramadhan, mari bangkitkan kesadaran kita untuk lebih produktif,” demikian ajak Dr. Waryono.

Perang Badar adalah Yaumul Furqon (Hari Penentuan), apakah perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan kebenaran Islam akan terus ataukah berhenti. Melalui Hikmah Ramadhan Rasulullah bisa memenangkan Perang Badar. Semangat puasa Ramadhan menjadi penentu kemenangan Perang Badar. Itu artinya Siar Kebenaran Islam Rasulullah bisa terus dilanjutkan. Maka puasa Ramadhan kali ini bagi kita civitas akademika UIN Sunan Kalijaga, bisa menjadi Yaumul Furqon untuk memperjuangkan UIN Sunan Kalijaga menjadi lebih baik.

Bagi Fakultas Sains dan Teknologi, puasa Ramadhan kali ini bisa dijadikan Yaumul Furqon untuk memacu keunggulan-keunggulan, agar bisa mengalahkan fakultas-fakultas Sains dan Teknologi dari Perguruan Tinggi lain. Hilangkan pemikiran bahwa Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga masih baru, karena prestasi tidak ditentukan usia. Kuncinya adalah kesatuan langkah, pandangan, perjuangan yang kompak dan saling mendukung, demikian wejang Wakil Rektor III.

Yang kedua adalah: Proklamasi Kemerdakaan Indonesia (17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan 9 Ramadhan). Ketepatan strategi untuk memperoleh kemerdekaan dan kemudian bisa memproklamirkannya adalah buah dari hikmah melaksanakan puasa Ramadhan. Dengan puasa Ramadhan, para Founding Father kita memperoleh kejernihan pikiran, keiklasan hati karena Allah SWT hingga perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia berhasil.

Di samping karena Hikmah Ramadhan, kemerdekaan Indonesia juga diperoleh karena Founding Father kita mencontoh pemikiran Rasulullah, saat akan melakukan napak tilas pulang ke Makah. Untuk bisa memasuki Makah, kala itu Rasulullah harus melakukan perjanjian dengan Kaum Quraish yang secara duniawi Rasulullah kalah. Dalam perjanjian, Rasulullah diharuskan menghilangkan 7 kata yang diminta oleh Kaum Quraish. Maka Rasulullah mengalah, dengan pemikiran, kalau dipaksakan akan menimbulkan perselisihan dengan Kaum Quraish, yang berakibat pertumpahan darah. Dengan mengalah, itu artinya, keinginan Rasulullah bersama Kaum Muhajirin pulang ke Makah tertunda. Tahun berikutnya (bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun 8 Hijriyah), Rasulullah bersama Kaum Muhajirin berhasil memasuki Makah tanpa setetes darahpun mengalir. Peristiwa ini dikenal dengan Fatkhul Makah (menghilangkan 7 kata untuk mendapatkan yang lebih besar, menunda memasuki Makah untuk aman). Founding Father kita menauladani peristiwa Fatkhul Makah untuk memperoleh Kemerdekaan RI.

Terkait dengan pengembangan UIN Sunan Kalijaga, peristiwa Fatkhul Makah bisa dipelajari lagi, dipahami, untuk meraih reputasi UIN Sunan Kalijaga di tingkat Internasional. Dengan menerapkan konsep Fatkhul Makah, diharapkan seluruh penjuru dunia akan datang ikut bersaing untuk bisa kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Itu artinya persaingan untuk bisa melanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga semakin ketat, sehingga akan didapat kualitas mahasiswa yang unggul.

Peristiwa ketiga sebagai inspirasi adalah pergantian Bani Umayah ke Bani Abbasiyah (terjadi pada bulan Ramadhan tahun 132 Hijriyah). Kenapa Bani Umayah yang besar bisa tergantikan oleh Bani Abbasiyah yang kecil? Karena Bani Umayah besar tetapi korup. Ini pembelajaran untuk semua yang ada di UIN Sunan Kalijaga ini. Agar tidak membiasakan melakukan tindakan-tindakan korup dalam melaksanakan program-program akademik. Misalnya; dalam memperjuangkan peningkatan akreditasi semua Prodi, sampaikan sejujurnya kepada Assesor. Dalam mempertanggungjawabkan semua program kepada pemeriksa, lakukan sewajarnya, tidak perlu membeli WTP. Kita semua harus percaya bahwa kejujuran akan membawa keberkahan. Tindakan tindakan korup dan tidak jujur hanya akan membawa runtuhnya institusi, tinggal menunggu waktu. Maka jika UIN Sunan Kalijaga ingin semakin baik, unggul dan berkembang, bisa belajar dan menauladani 3 peristiwa besar di atas (perang Badar, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan pergantian Dinasti Umayah ke Dinasti Abbasiyah) – (Weni Hidayati-Humas Saintek).

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom