Senin, 13 Maret 2017 14:33:33 WIB Dilihat : 366 kali

Untuk mempererat tali silaturahmi antara Pegawai dan Dosen (perempuan), dan untuk meningkatkan pemahaman ke-Islaman, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Kajian Muslimah. Forum ini dilaksanakan sebulan sekali, menjelang dilaksanakannya Shalat Jum’at sampai selesai shalat Jum’at. Kajian Muslimah Perdana dilaksanakan di ruang rapat lt. 2, kampus Sains dan Teknologi, Jum’at, 10 / 3 / 17. Acara dimulai tepat waktu, pukul 10.00 WIB, diikuti para Pegawai dan Dosen (Muslimah) Fakultas Sains dan Teknologi. Forum ini menghadirkan Ustadzah Pihasniwati, MA. (Dosen Prodi Psikologi, Fakultas Sosial dan Humaniora). Dipandu oleh Dr. Susy Yunita Prabawati, M.Si. (Dosen Prodi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi).

Acara diawali dengan berdo’a bersama dilanjutkan pembacaan Q.S. Lukman;1-19. Oleh Erny Qurotul Ainy, S.Si., M.Si. Sambutan Dr. Khurul Wardati, selaku Dosen sesepuh Fakultas Sains dan Teknologi antara lain menyampikan bahwa, forum ini selain merupakan ajang silaturahmi juga upaya mengasah rohani ibu – ibu dosen dan pegawai, supaya bisa melaksanakan perannya dengan baik sesuai tuntunan Islam, sebagai ibu, sebagai istri dan sebagai aparatur negara. Dengan forum – forum seperti ini, dalam menjalankan peran sebagai ibu, sebagai istri dan sebagai pegawai akan menjadi semakin berkualitas da bermakna. Selain itu, akan terjalin kebersamaan yang semakin erat, mengobati kejenuhan dalam bekerja. Diskusi-diskusi yang terjadi memperkaya wawasan dalam upaya memecahkan permasalahan sehari-hari.

Ustadzah Pihasniwati, MA. dalam kajiannya antara lain menyampaikan, Kajian Muslimah di lingkungan kampus yang beranggotakan para Dosen dan Pegawai seperti ini dirindukan setiap kampus. Apa lagi dilaksanakan pada hari Jum’at seperti ini, yang merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam, disaat bapak-bapak melaksanakan Shalat Jum’at, jam 11.00 s/d 12.00 saat ridmis biologis tubuh manusia rehat sejenak, alangkah bagusnya bila kita mau merenggangkan pikiran dan hati sejenak untuk mengais makna-makna spiritual. Sebagai Muslimah kita punya hajad yang sama untuk selalu diingatkan dalam taqwa.

Banyak yang bisa kita contoh dari Rosul Muhammad SAW dalam mengajak sababat dan umat Islam untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Salah satu contohya adalah: Rosulullah selalu menanyakan kabar tentang kondisi iman kita. Salah satu ungkapan Rasulullah karena rasa sayang beliau kepada Umat-Nya: “Sungguh berat beban dan penderitaan dalam hidup kita, alangkah baiknya jika selalu berlandaskan pada Iman.”

Ayat-ayat Allah SWT juga banyak mengingatkan kita dengan lafal nya : Ya ayyuhalladzina amanu (hai orang orang yang beriman). Itu adalah panggilan kesayangan Allah kepada hambanya yang mau bertaqwa. Oleh karenanya agar kita termasuk dalam hanya-hamba Allah yang dipanggil dengan sebutan sayang-Nya (hai orang-orang yang beriman), maka kita hendaknya bisa memandang, melihat, mengamati dengan detail, menyelami jiwa kita. Hendaknya kita selalu mengasah hati kita menjadi hati yang penuh rasa, dengan kesadaran yang luas dan dalam. muaranya adalah taqwa kepada Allah SWT. Meyakinkan hati kita bahwa Allah SWT itu maha tahu dan maha kenal dengan apa yang kita lakukan selama hidup.

Jika hati kita bisa dipenuhi dengan Taqwa, maka kita akan selalu berhati-hati dalam berucap, bersikap dan bertindak, karena kita bisa menyakini bahwa Allah sangat kenal terhadap diri kita. Agar kita bisa mengimplementasikan taqwa dalam kehidupan kita sehari-hari, bisa kita lalui dengan menyelami isi berbagai perintah ayat-ayat dalam al Qur’an. Misalnya perintah untuk shalat, perintah untuk berzakat, perintah untuk berkorban, perintah untuk berpuasa. Pastilah Allah SWT memulainya dengan kata-kata Hai orang orang yang beriman dan muaranya adalah perintah taqwa, melalui akhiran kata-kata agar engkau (umat manusia) bertaqwa.

Bagaimana untuk melatih agar taqwa kita bisa semakin meningkat? Pihasniwati menjelaskan, dengan melakukan makrifat (berdialog dengan hati) tentang Allah SWT, tentang al Qur’an, tentang Nabi dan Rosul, tentang ajaran-ajaran kebaikan dalam agama, tentang takdir dan hari akhir. Latihan terus untuk dekat dengan Allah dan Rosul dengan terus menambah ilmu. Dengan ilmu bertambah, kepahaman juga akan bertambah. Semakin dalam ilmu yang kita dapatkan, akan menambah keyakinan bahwa Maha Suci Allah dari mendzolimi hamba-hambanya. Semakin kita mengenal Allah, semakin kita pahan bahwa dari sudut manapun Allah akan melihat kitadan Allah mengetahui semua isi hati kita, demikian jelas Pihasniwati (Weni Hidayati)

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom