Jumat, 15 Juli 2016 11:32:19 WIB Dilihat : 731 kali

Ketika umat Islam selesai melaksanakan kewajiban puasa ramadhan, melaksanakan shalat Idul Fitri dan merayakan Idul Fitri, hubungannya dengan Allah SWT kembali suci. Umat Islam yang melaksanakan kewajiban tersebut terampuni dosanya. Tetapi secara sosial manusia belum fitroh dengan manusia lain, karena adanya urusan muamalah (hubungan sosial manusia). Itulah alasan perlu adanya halal bi halal (syawalan).

Syawalan bagi keluarga besar UIN Sunan Kalijaga hukumnya fardhu kifayah, dengan harapan akan membawa perubahan yang lebih baik bagi kemajuan UIN Sunan Kalijaga. Melalui semangat syawalan, kita bersama-sama berupaya memajukan kampus. Ini bukti bahwa secara akidah dan teologis kita bertaqwa kepada Allah SWT. Melalui semangat halal bi halal mari kita berupaya keras untuk meraih agar semua Prodi di UIN Sunan Kalijaga ini terakreditasi A.

Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, Ph.D., di hadapan para pegawai dan dosen, dalam acara halal bi halal (syawalan) keluarga besar UIN Sunan Kalijaga, bertempat di Multipurpose kampus setempat, Selasa, 12/7/16. Lebih lanjut disampaikan, tentang kehebatan tradisi syawalan yang tidak ada di negara-negara lain, kecuali di Indonesia. “Jadi setelah puasa ramadhan satu bulan dan kemudian merayakan Idul Fitri, ada dimensi sosial lagi yang terbiasa dilakukan masyarakat Indonesia, yakni halal bi halal. Prosesi halal bi halal merupakan akumulasi ramadhan kemarin dengan ramadhan sekarang, dimana sadar atau tidak, kita sering melakukan kesalahan dan kekhilafan yang belum tentu saat menyadarinya kita langsung meminta maaf, bahkan sulit malakukan permintaan maaf atau memaafkan. Maka syawalan atau halal bi halal bisa menjadi moment penting yang membuat kita menjadi legowo untuk saling maaf memaafkan yang muaranya untuk meraih ridla Allah SWT dan meningkatkan derajad ketaqwaan kepada Allah SWT.” Demikian papar Yudian Wahyudi.

Dijelaskan, Idul Fitri dan halal bi halal bermakna pengampunan universal karena siapa saja umat Muslim yang bisa melaksanakan puasa ramadhan, shalat Idul Fitri dan halal bi halal, bila ibadah tersebut di terima Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya. Ini merupakan nilai plus Idul Fitri dan halal bi halal di negri ini. Semantara Idul Adha, makna pengampunan hanya sebatas pada elite ekonomi yang mampu melaksanakan ibadah haji, disempurnakan penyembelihan hewan kurban. Idul Adha juga ada nilai plusnya, yakni; akbar karena seluruh umat Muslim semua bangsa di dunia dipanggil menjadi tamu-tamu Allah SWT melalui moment ini.

Yudian Wahyudi berharap, moment halal bi halal ini menjadi energi positif bagi karyawan dan dosen UIN Sunan Kalijaga untuk mendukung pengembangan akademik dalam kepemimpinannya ke depan. Pihaknya telah mencanangkan program-program penting universitas dalam rangka menujudkan word class university. Program-program tersebut antara lain: Memperjuangkan agar semua Prodi di UIN Sunan Kalijaga bisa terakreditasi A, mengembangkan eksperimental sains, terus memacu pengembangan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, mengembangkan jurnal internasional di semua fakultas (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga)

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom