Rabu, 21 Mei 2014 10:46:29 WIB Dilihat : 2087 kali

Kunci Menjadi Pribadi Sukses

Oleh. Muhammad Wahdan (Staff ADUM Fakultas Sains dan Teknologi)

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sukses di dunia dan akhirat. Kejayaan dan keberhasilan kehidupan dunia dan akherat hanya terletak pada Agama. Meskipun setiap orang mempunyai standard yang berbeda terhadap kesuksesan. tetapi standard kesuksesan seseorang ini telah Allah tetapkan, yaitu kalau apa yang dilakukan umatnya mendapat ridho dari-Nya.

Perbedaan kebutuhan hidup inilah yang membuat kesejahteraan manusia tingkatannya beaneka ragam. Bersyukur adalah cara paling ampuh dalam menerima nikmat dan kebahagiaan yang kita peroleh. Nikmat itu bisa berupa harta benda, ilmu dan amalan atau ibadah. Ketiga point inilah yang menentukan peran kebahagiaan seseorang.

Kita kupas point pertama takaran kebahagiaan seseorang jika memiliki harta benda. Dalam pandangan Islam pemilik alam semesta ini adalah Allah SWT. Sekalipun kehidupan duniawi manusia bersifat relatif, sebatas melaksanakan amanah untuk mengelola dan memanfaatkan harta itu sesuai dengan ketentuan-Nya. Karena semua yang dimiliki manusia itu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Jika kita memiliki harta digunakan sesuai aturan agama Islam, maka penilaian orang lain dalam menyikapinya selalu positif. Suatu contoh dalam bermasyarakat kita memiliki jiwa sosial, dan mau membantu orang lain yang kekurangan. Dermawan dalam memberi materi untuk pembangunan fasilitas umum, seperti membangun masjid, sekolah, rumah sakit dan bangunan fisik yang lainnya.

Kemudian unsur kedua ilmu. Orang yang berilmu akan berbeda dengan orang bodoh. Namun, orang yang mempunyai gelar akademik pun kadang dalam kondisi tertentu belum bisa dihormati, lantaran tidak bisa memecahkan masalah. Karena ilmu pengetahuan itu sebaik-baik sesuatu yang disukai dan dicari. Dan lebih baik lagi jika ilmu tersebut diamalkan serta ditularkan, sehingga kemuliaan akan didapat bagi pemiliknya dan keutamaan akan diperoleh oleh orang yang mencarinya.

Dan yang terakhir adalah ilmu amaliyah, yang terkait pekerjaan atau tindakan. Keberadaan kita di masyarakat sering kali dihubungkan dengan peran dalam kehidupan sosialnya. Suatu contoh, apabila menyikapi masalah dan bisa meminimalis dampak dari problem yang akan muncul itulah orang yang eksis di masyarakat. Sehingga ia bisa dikatakan sukses dalam bermasyarakat.

Sebuah inspirasi terkait ketiga point tersebut tertulis dalam terjemahan hadist Nabi yang diriwayatkan Abu Daud, Rasulullah bersabda: “Seseorang pada hari akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: usianya untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa dipergunakan, hartanya darimana didapatkan dan untuk apa dipergunakan, serta ilmunya untuk apa dipergunakan”.

Orang yang tidak beriman, ia tidak akan tau cara mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan. Tetapi orang yang beriman tidak boleh tidak tau cara mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan ini. Allah telah berikan cara kepada orang beriman untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akherat. Tidak lain yaitu dengan cara menjadi pribadi yang lebih baik dalam mencari ridho Allah dalam hidupnya.

(Red.Humas Saintek;Ch/Disarikan dari materi Breafing Senin 21 April 2014 )

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom