Kamis, 27 Maret 2014 12:23:26 WIB Dilihat : 6992 kali

Manfaat Positive Thinking dalam Bekerja

Oleh Dra. Budhi Susilowati, M.A. (Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Saintek)

Aktivitas rutin di kantor terkadang membuat bosan pekerja atau karyawan. Apalagi kalau dari rumah sudah membawa permasalahan sendiri yang belum terselesaikan. Perasaan tidak nyaman dan gelisah menyandra kita di kantor. Jika kondisi seperti ini berlangsung lama tubuh akan merasa cape, sakit dan tak berdaya. Lambat laun stres hebat akan mendera hidup seorang karyawan dan karir pun menurun tajam.

Hal demikian tidaklah diinginkan oleh semua karyawan, karena disamping merugikan orang lain akan merugikan dirinya sendiri. Bekerja tidak sepenuh hati akan menguras energi, emosi tak terkendali dan pasti tak mendapat ridho Ilahi. Sehari-harinya mengeluh dengan pekerjaannya serta terasa berat beban yang harus diderita, akibatnya tujuan dan pekerjaan terlena.

Kemudian sebagian karyawan berusaha terhidar dari permasalahan ini dan mencari solusi. Belakangan ini, istilah “positive thinking” terdengar di mana-mana. Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran, kata-kata, dan gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pola pikir seorang manusia.

Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan dalam bekerja. Apapun yang ingin kita harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.

Jika pegawai berfikir positif thinking, dalam bekerja akan bersikap positif, memiliki gambaran yang konstruktif, dan kita akan melihat dalam mata pikiran mereka apa yang kita inginkan. Hal ini akan tercermin pada pola kerja seorang karyawan atau staf. Memberikan pencerahan dalam memecahkan masalah, memiliki ide atau gagasan yang baik, serta dalam hidupnya lebih banyak kekuatan, kasih sayang dan kebahagiaan.

Bahkan pikiran positif juga akan memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Tubuh kita akan memiliki resistensi kuat terhadap penyakit. Orang sakit pun bisa sembuh dengan berfikir positif. Sementara, mereka yang senantiasa berpandangan negatif akan cepat jatuh sakit. Apalagi dengan kondisi dan gaya hidup yang sama, ada yang memiliki kesehatan prima dan ada pula yang gampang sakit.

Untuk merubah pikiran kita menjadi positif, diperlukan latihan dan kemauan untuk merubah diri karena sikap dan pola pikir yang positif tidak dapat berubah dalam sekejap. Diantaranya melatih memvisualisasikan kondisi atau situasi yang menguntungkan dan bermanfaat bagi kita. Gunakan kata-kata positif dalam suara hati atau ketika kita berbicara dengan orang lain. Dan tersenyumlah sedikit lebih banyak, karena senyuman akan membantu anda untuk berpikir lebih positif.

Kemudian saat pikiran negatif memasuki pemikiran kita, diupayakan harus mewaspadainya dan menggantikan pikiran tersebut dengan pandangan yang lebih konstruktif. Seperti perasaan mengeluh dan malas bekerja akan mencoba memasuki pikiran kita, dan sekali lagi seorang karyawan harus menggantikannya dengan pikiran positif. Seakan-akan ada dua gambar di depan, dan kita memilih untuk melihat salah satu gambar tersebut dan mengabaikan gambar yang lain.

Metode lain yang bisa kita lakukan adalah melakukan afirmasi berulang kali. Afirmasi merupakan metode yang menyerupai visualisasi, secara lebih kreatif, dan keduanya bisa digunakan secara bersamaan. Pengharapan akan keberhasilan dan kesuksesan ada di tangan, tinggal bagaimana menjaga perasaan itu tetap ada di genggaman kita.

Percayalah dengan berpikir positif dan senantiasa tersenyum, disitulah letak hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan hidup yang berkualitas. Mari kita mulai hari – hari kita dengan berpikir positif dan tersenyum serta tidak lupa untuk selalu bersyukur.

Selamat Menjadi Pribadi yang Berkualitas....

(Red.Humas Saintek;Ch/Disarikan dari materi Breafing Senin 03 Maret 2014 )

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom