Jumat, 6 April 2018 16:36:58 WIB Dilihat : 39 kali

Ratusan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan Prodi Kimia, di ruang teatrikal kampus setempat, 4/4/18. Forum yang mengangkat tema “Pencemaran Berbagai Produk Turunan Babi pada Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetik” ini menghadirkan narasumber Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.d., (Asesor LPPOM MUI Yogyakarta) yang juga menjabat sebagai direktur halal center UGM.

Ketua Prodi Kimia, Dr. Hj. Susy Yunita Prabawati., M.Si., Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam pidato pembukaannya menyampaikan, forum ini merupakan wujud kepeduliaan fakultas untuk semakin menambah wawasan keilmuan semua mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten secara periodik. Berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya tentunya akan menginspirasi para mahasiswa untuk melakukan berbagai penelitian. Narasumber yang dihadirkan kali ini diharapkan menginspirasi berbagai penelitian bidang pangan dan memperkaya keilmuan bidang kimia.

Sementara Nanung Danar Dono memaparkan tentang bagaimana mengenali karakteristik babi dan turunannya pada produk-produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah memilah dan memilih produk-produk aman, halal, yang tidak terkontaminasi oleh babi dan turunannya.

Dosen Fakultas Peternakan UGM ini menjelaskan bahwa; omset daging babi di pasar Daerah IstimewaYogyakarta ini tinggi dan selalu meningkat drastis pada saat menjelang lebaran, natal maupun pada musim pesta nikah. Ini artinya konsumsi daging babi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta sesungguhnya tinggi. Tetapi kemungkinan masyarakat Daerah IstimewaYogyakarta (mungkin juga Muslim) tidak menyadari bahwa telah mengkonsumsi daging yang diharamkan dalam Islam ini. Oleh karena itu masyarakat Daerah IstimewaYogyakarta hendaknya mamahami karakteristik daging babi, sehingga tidak terjebak membeli maupun mengkonsumsinya, sementara tidak mengetahui bahwa yang dibeli bakhan dikonsumsi adalah daging babi.

Menurut Nanung tekstur daging babi berwarna merah muda, sementara daging sapi berwarna merah tua. Lemak babi susah dipisahkan dari dagingnya sementara daging sapi mudah. Lemak babi berwarna kuning-kecoklatan, lemak sapi berwarna putih. Daging babi empuk, daging sapi padat-gempal-alot. Daging babi saat dimasak mengeluarkan bau apeg dan pesing, daging sapi berbau harum.

Pada produk-produk makanan jadi, ada kode-kode tertentu yang mengisyaratkan bahwa produk tersebut berbahan baku atau ada campuran daging babi. Misalnya pada produk tersebut tertulis pork, ham, bacon, swine atau vorcine. Kebanyakan produk jadi yang mengandung daging babi adalah sosis dan bakso.

Berbagai hal lain yang harus dipahami tentang babi dan turunannya adalah; lemak babi tidak mudah dipisahkan dari dagingnya, mudah teroksidasi, kadar LDL (lemak jahat) nya tinggi yang mudah mengendap pada pembuluh darah, kandung kemih babi mudah bocor sehingga air kencingnya masuk ke daging, kandungan asam urat pada babi 98% masuk ke daging dan hanya 2% yang dikeluarkan. Semua itu akan menyebabkan berbagai penyakit bila dikonsumsi manusia (kanker, kolesterol, asam urat, jantung dan sebagainya).

Di pasaran lemak babi diistilahkan sebagai lard atau lesitin babi, terkandung dalam makanan makanan (mie, bakso, bakery dan lain-lain) difungsikan sebagai pemberi aroma semerbak, rasa gurih dan memudahkan bahan tercampur dengan air. Kalau diistilahkan lesitin saja, konotasinya bisa lesitin babi bisa lesitin nabati. Tetapi kalau lesitin nabati biasanya ditulis soy lecithir atau soya lecithin. Ada lagi makanan dikemasannya berkode E471 – E476, banyak terdapat pada kemasan roti, coklat atau permen. E disini bukan kode babi maupun turunannya, tetapi kode bahan. Sementara 471 – 476 merupakan kode bahan pengilmusi lemak; statusnya subhat, jelas Nanung.

Untuk tulang babi sering dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman. Misal; arang tulang babi sebagai filter air mineral, supaya tidak keruh. Gelatin babi sebagai pengenyal permen, maupun anti lumer pada es krim. Pada Industri obat gelatin babi dipakai untuk bahan campuran pembungkus kapsul maupun multivitamin. Sementara, gelatin dari tulang dan kulit babi dimanfaatkan dalam industri pertukangan sebagai lem kayu maupun send paper.

Pada industri rumah tangga, kulit babi dimanfaatkan untuk tas, sepatu, ikat pinggang, cassing HP. Barang –barang tersebut jika terbuat dari kulit babi, maka ada kode tiga lingkaran kecil berbentuk segitiga terselip pada bagian tertentu. Bulu babi dimanfaatkan untuk kuas (alat pengoles mentega, minyak, selai, coklat dan lain-lain). Ciri-ciri jika kuas terbuat dari bulu babi biasanya pada bagian tertentu tertulis bisold. Atau bila dicoba ambil sedikit bulunya dan dibakar, bila arapnya putih, artinya terbuat dari bulu babi, jika asapnya hitam terbuat dari plastik. Ada lagi glycerin babi terdapat dalam softdrink, kosmetik (lotion, facial, placenta) dan insulin. Organ babi seperti; ginjal, jantung dimanfaatkan untuk mengganti organ ginjal dan jantung manusia yang rusak (tim humas).

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom