Selasa, 19 September 2017 14:14:20 WIB Dilihat : 132 kali

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi bernuansa keagamaan memiliki paradigma integrasi-interkoneksi. Paradigma tersebut menjadi pondasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mencetak ilmuwan-ilmuwan handal dalam segi keilmuan serta memiliki akhlak yang mulia. Namun pada praktiknya paradigma ini sifatnya masih sangat abstrak, sehingga para sivitas akademika masih berpikir keras untuk mengamalkannya.

Menyikapi hal tersebut Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan konsorsium penguatan keilmuan pada Selasa (5/9/2017) yang berlokasi di Gedung Prof. RHA. Soenarjo. Acara tersebut dilaksanakan untuk menemukan ciri khas keilmuan dari lulusan yang dihasilkan Fakultas Sains dan Teknologi. Agung Fatwanto, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan langkah awal yang nyata dalam menyusun peta jalan guna menemukan karakter keilmuan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya di Fakultas Sains dan Teknologi. Upaya penemuan ini sangat perlu dipikirkan melalui diskusi, yaitu tentu dengan melibatkan seluruh sivitas akademika.


Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) suatu perguruan tinggi bernuansa keagamaan ialah salah satu aspek penting yang perlu digenjot untuk menemukan ciri khas keilmuan. Fakultas Sains dan Teknologi juga berupaya semaksimal mungkin untuk terus meningkatkan kualitas pengajarnya, salah satu caranya adalah mendorong para dosen untuk lekas melanjutkan studinya ke jenjang doktoral.


Pada waktu yang bersamaan dengan konsorsium, Agung Fatwanto, Ph.D juga turut memperkenalkan 4 Doktor Fakultas Sains dan Teknologi yang baru saja lulus dari studinya. Di antara lain adalah; Maria Ulfah Siregar, Ph.D, Dwi Agustina Kurniawati, Ph.D, Sri Utamu Zuliana, Ph.D, dan Cahyono Sigit Pramudyo, Ph.D. Keempat doktor tersebut diharapkan bisa memperkuat Fakultas Sains dan Teknologi dalam mempercepat pencapaian visi dan misinya. Selain itu keempat doktor tersebut, turut diperkenalkan juga Bernd Udo Wiechert, ahli biomechanical dan orthopedic dari Jerman yang saat ini tengah mengerjakan proyek penelitiannya di Laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi.


Sesuai diperkenalkannya keempat doktor baru tersebut, kemudian mereka secara bergantian mengisi acara dengan mempresentasikan hasil kajiannya mengenai integrasi-interkoneksi agama dan sains, terutama dalam bidang yang mereka geluti. Acara tersebut dipandu oleh Asih Widi Wisudawati, S.Pd., M.Pd, dan dibahas oleh Dr. M. Wahid Mustofa (Kepala Program Studi Matematika).


Selain 4 doktor baru Fakultas Sains dan Teknologi yang menjadi panelis dalam diskusi tersebut, turut dihadirkan juga beberapa pembicara dari luar Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mengetahui best practice penemuan ciri khas keilmuan dari perguruan tinggi bernuansa keagamaan. Beberapa narasumber yang dihadirkan ialah Drs. Alwar, M.Sc., Ph.D (Dekan Fakultas MIPA UII), Gloria Virginia, S.Kom., MAI., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Akademik UKDW), dan Agus Purwanto, D.Sc (Pakar Fisika Teoretis ITS, dan juga penulis buku bestseller Nalar Ayat-Ayat Semesta).


Pada akhir sesi, Dr. M. Wahid Mustofa menyampaikan bahwa ruh dari konsep integrasi-interkoneksi adalah mengembalikan kembali struktur keilmuan seperti semula, artinya ilmu itu utuh. Tidak ada ilmu umum dan ilmu agama, atau dengan kata lain tidak ada dikotomi keilmuan. Semua ilmu datang dari Tuhan, dan manusia adalah khalifah yang ditunjuk untuk memakmurkan dunia. Semua orang harus menjadi pakar di bidangnya masing-masing. © thrq

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom