Senin, 10 Juli 2017 14:31:21 WIB Dilihat : 130 kali

Senin, 10 Juli 2017 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Acara tersebut merupakan sosialisasi dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Acara tersebut diselenggarakan agar tercapainya pengelolaan pegawai negeri sipil untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang turut dihadiri oleh Bapak Wakil Rektor Prof. Dr. Sturisno dan Dr. Phil. Sahiron beserta Kepala Biro AUK, Drs. H. Handarlin H Umar. Sebelum masuk ke acara inti, Bapak Wakil Rektor Prof. Dr. Sturisno memberikan arahan agar pegawai lebih disiplin lagi, bekerja sepenuh hati dan mengoptimalkan waktu antara 07.30 sampai dengan 16.00 untuk bekerja. Beliau memberikan arahan bahwa presensi kehadiran juga turut menjadi saksi dan bentuk pertanggung jawaban pegawai kepada Tuhan, untuk itu pegawai harus mengikuti aturan yang berlaku di institusi masing-masing. Beliau menambahkan agar semua pihak mulai dari jajaran pimpinan sampai pegawai di level teknis untuk bekerja secara maksimal agar mencapai tujuan visi dan misi fakultas. Sebelum mengkritik institusi untuk berubah kritiklah diri kita sendiri, beliau menutup arahan dengan memberikan pernyataan “jika ada 5% saja pegawai yang berubah lebih baik, maka saya yakin bahwa kita akan lebih baik dalam waktu yang sangat cepat”.

Pada acara inti, Dr. Hamdan Dly, M.Si., M.A selaku Wakil Dekan II Bidang AUPK menjadi pemateri dalam acara ini. Beliau menyampaikan sebagai pegawai sangat perlu ditekankan bahwa harus bekerja secara maksimal dimanapun ditugaskan. Manajemen PNS ini meliputi: penyusunan dan penetapan kebutuhan; pengadaan; pangkat dan Jabatan; pengembangan karier; pola karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian dan tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan.

Bapak Wakil Dekan AUPK mengatakan bahwa kenaikan pangkat haruslah diikuti dengan peningkatan kompetensi dan hasil pekerjaan. Para pegawai dihimbau untuk lebih produktif bekerja agar segera mendapatkan kenaikan pangkat. Hal tersebut disarankan agar para pegawai mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Pada sesi penutup Bapak Wakil Dekan mengatakan bahwa setelah diadakannya sosialisasi tersebut diharapkan bahwa pegawai semakin paham hak dan kewajibannya. Kedua hal tersebut haruslah seimbang, untuk itu melakukan pekerjaan dan berkoordinasi dengan baik sangatlah diperlukan. © Thrq

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom