Selasa, 21 Februari 2017 11:38:20 WIB Dilihat : 141 kali

Khusairi Abdi (Mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi berhasil terpilih sebagai salah satu Differentologist dalam kontes Differentology dari Lenovo Indonesia di Jakarta (7/2) kemarin. Differentology adalah kampanye digital yang diluncurkan Lenovo Indonesia sebagai perwujudan Different is Better-wadah dan janji Lenovo untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik secara global.

Kompetisi ini dimulai sejak 30/11/16 dan berakhir 31/1/17 yang diikuti 1.750 peserta. Para peserta kontes membuat karya essay tentang kisah inspiratif disertai foto-foto kegiatannya. Hasil karya dishare ke media sosial. Dalam kontes ini Khusairi Abdi berhasil masuk dalam 10 besar pemenang setelah melalui serangkaian seleksi.

Dalam karya Essaynya, Mahasiswa Teknik Informatika ini mengisahkan pengalamannya berkimprah di organisasi kampus. Awal kisahnya dimulai ketika ia bimbang memilih tempat kuliah. Dalam kebimbangannya, ia memutuskan untuk masuk kuliah di UIN Sunan Kalijaga, dengan berbagai pertimbangan diantaranya: lokasi kampus yang strategis, beaya kuliah yang terjangkau, dan lingkungan kampus yang kondusif, serta keilmuan yang Islami, katanya. Dengan tekat yang bulat akhirnya ia diterima kuliah di UIN Sunan Kalijaga.

Diceritakan, sejak masuk kuliah ia aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan berbagai organisasi kampus. Salah satunya ia ikut organisasi bidang penelitian dan pengembangan akademik (Axact) UIN Sunan Kalijaga. Keaktifannya dalam organisasi itu dipergunakan untuk mengasah dan mengembangakan kemampuannya menulis.

Khusairi Abdi gigih belajar menulis. Meskipun beberapa kali ia gagal meraih kemenangan dalam event kepenulisan, ia tidak menyerah dan terus berusaha. “Menulis menjadi sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh semua mahasiswa. Karena menulis akan menjadi investasi masa depan,” kata mahasiswa asal Kalimantan Selatan ini.

Iapun tidak lupa mengajak seluruh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk giat menulis dan menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Menurutnya, agar piawai menulis, tidak harus memilih genre karya ilmiah. Namun bisa dilatih melalui karya-karya populer yang semi ilmiah. Yang penting terus mengasah kepiawain menulis (Weni Hidayati-Humas Saintek).

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom